Voucher listrik di Kepulauan Seribu

Jumat, 14/03/2008 09:44:38 WIBOleh: Nurudin Abdullah
Warga Kepulauan Seribu akhirnya bisa bernapas lega. Mulai kemarin, hampir seluruh warga sudah bisa menikmati listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) selama 24 jam penuh.

Operasi listrik PLN di kepulauan tersebut terlaksana atas kerja sama Pemprov DKI Jakarta dan PT PLN melalui pembangunan jaringan listrik bawah laut dengan total investasi Rp114 miliar. Kontraktor proyek itu adalah PT Multi Febrindo Gemilang.

Jaringan listrik yang operasinya diresmikan kemarin itu berasal dari gardu induk milik PLN di Teluk Naga ke Pos Pengamanan TNI di Tanjung Pasir Kabupaten Banten yang dihubungkan melalui jalur darat sepanjang 8,9 km.

Dari Tanjung Pasir lalu diteruskan melalui kabel bawah laut sepanjang 40,6 km ke Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang Kecil, Pulau Lancang Besar, Pulau Pari, Pulau Payung, Pulau Tidung Kecil, dan berakhir di Pulau Tidung Besar.

Tujuh pulau itu berada di tiga kelurahan dalam wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan yaitu Kelurahan Untung Jawa dengan 405 KK, Kelurahan Pulau Pari dengan 567 KK, dan Kelurahan Pulau Tidung dengan 953 KK.

Di Pulau Untung Jawa misalnya, pulau yang jadi pusat administrasi kabupaten tersebut, sebanyak 300 dari 405 kepala keluarga (KK) sudah menjadi pelanggan dengan daya rata-rata 900 kilowatt amphere (KWA). Sisanya yang 105 KK sedang dalam proses instalasi.

Sistem voucher

Yang menarik, penerapan listrik di Kepulauan Seribu ini berbeda dengan sistem yang selama ini dipakai atau banyak dikenal. Sistem listrik yang dipakai di kabupaten ini adalah sistem prabayar atau sistem voucher layaknya pulsa.

Pelanggan setelah mendaftar akan mendapatkan kartu pelanggan dengan nomor ID yang akan digunakan sebagai identitas pada setiap kali membeli voucher listrik. Besaran paling rendah Rp20.000, tanpa masa kedaluwarsa.

Voucher tersebut dapat dibeli di tempat pembelian khusus yang disebut Warung Listrik, yang nantinya akan diperluas jaringannya hingga banyak lokasi seperti penjualan voucher pulsa handphone.

Untuk mengisi daya listrik sesuai dengan besaran voucher yang dibeli melalui Box KWH yang biasa ditempatkan di dinding bagian luar rumah, pelanggan cukup menekan tombol-mirip tombol telepon-sesuai nomor voucher yang terdiri dari 20 angka.

Dengan nomor ID dan token nomor voucher itu dijamin pulsa yang dibeli oleh pelanggan tidak bisa diisikan untuk menambah daya listrik ke Box KWH milik pelanggan yang lain

Dirut PT PLN Fahmi Mochtar, yang turut hadir pada acara peresmian jaringan listrik bawah laut itu mengatakan layanan listrik sistem prabayar paling cocok untuk warga Kepulauan Seribu yang bermata pencarian utama sebagai nelayan.

Sebab, pekerjaan nelayan waktunya sering tidak menentu, terutama saat air pasang, sehingga dengan menjadi pelanggan listrik sistem prabayar mereka bisa mengatur sendiri pemakaian listriknya.

"Dengan adanya listrik sistem prabayar, yang bisa mereka atur sendiri pemakaiannya itu para nelayan bisa membekukan ikan hasil tangkapannya sehingga nantinya dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup mereka," katanya.

Seorang warga Pulau Untung Jawa, Wati (35), tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya atas peresmian jaringan listrik 24 jam dari PLN. Sebab, selama ini listrik di kepulauan itu hanya hidup 12 jam per hari dari pembangkit listrik tenaga diesel.

"Saya langsung pasang tiga untuk rumah saya dan dua kontrakan saya," katanya sambil menata barang dagangan di warungnya a.l. kerupuk sukun, manisan cermai dan ikan asin yang biasa jadi oleh-oleh para wisatawan lokal yang datang pada akhir pekan.

Dorong ekonomi

Bupati Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta Joko Ramadhan menjelaskan banyak keuntungan yang diperoleh dari pengoperasian listrik kabel bawah laut, antara lain dengan dihematnya anggaran mencapai lebih dari Rp1 miliar per tahun.

Sebab, lanjutnya, pemerintah daerah kepulauan itu mengalokasikan anggaran untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga diesel mencapai sedikitnya Rp45 miliar per tahun, sedangkan biaya operasional listrik PLN ditetapkan Rp240 miliar untuk 30 tahun.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto berjanji kepada warga Kabupaten Kepulauan Seribu untuk segera melanjutkan proyek jaringan kabel bawah laut tahap ke dua pada akhir tahun ini dengan investasi sedikitnya Rp123 miliar.

"Masalah ini menjadi kewajiban kami sebagaimana yang diatur dalam peraturan pemerintah bahwa pemerintah daerah harus menyediakan listrik untuk kepulauan terpencil. Tidak hanya di Jakarta Pusat," ujarnya.

Prijanto yakin beroperasinya aliran listrik PLN 24 jam itu akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Seribu, seiring maraknya aktivitas industri rumah tangga yang dipicu kedatangan wisatawan lokal. (nurudin.Abdullah@bisnis.co.id)

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika