Bisnis Indonesia Online » Artikel
Artikel - Detail
Sabtu, 10/05/2008 10:18 WIB
Pemilik restoran yang jadi mantu raja
oleh : Mediani Dyah Natalia & Prihati Puji Utami
Sebuah hajatan besar yang dinanti banyak pihak telah terselenggara. Alun-alun utara Yogyakarta kemarin berganti rupa. Pedagang yang biasa memadati lokasi tersebut digantikan oleh formasi parkir memanjang kendaraan roda empat.
Prosesi pernikahan agung Gusti Kanjeng Ratu Maduretno, putri ketiga Sultan Hamengkubuwono X dan GKR Hemas, dengan Kanjeng Pangeran Haryo Purbadiningrat (Jun Prasetyo), dimulai sejak Kamis lalu. Kemeriahan pesta itu berakhir hari ini.
Prosesi pernikahan dimulai dengan acara nyantri atau pingitan. Dahulu prosesi ini berlangsung 40 hari, lalu dipersingkat menjadi tujuh hari dan sekarang hanya sehari.
Satu hari setelah siraman, acara dilanjutkan dengan prosesi ijab-kabul dan kemeriahan pesta pun dimulai. Kemarin, tampak hadir sejumlah petinggi negara yang ikut merasakan agungnya pernikahan keraton Yogyakarta yang sarat kekayaan budaya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang dijadwalkan hadir pada proses panggih atau pertemuan mempelai setelah ijab-kabul, berhalangan karena menemui Chairperson Microsoft Bill Gates.
Namun, hal itu tidak mengurangi kemeriahan pesta yang akan dihadiri sekitar 2.500 orang itu.
Berdasarkan pengamatan Harian Jogja (Grup Bisnis Indonesia), tamu negara yang hadir a.l. Wapres Jusuf Kalla, mantan presiden B.J. Habibie, mantan wakil presiden Try Soetrisno, dan mantan ketua DPR Akbar Tanjung. Tampak juga pengusaha migas Arifin Panigoro. Untuk mempererat dan memperkuat kebudayaan Indonesia diundang juga beberapa raja se-Nusantara dan pemerhati budaya.
Pengusaha restoran
Satu bulan yang lalu, toko bunga Taman Sari dan Toko Kerajinan Maladewa tidak begitu dikenal orang kecuali para pencinta bunga dan kerajinan di Yogyakarta.
Namun, sejak Jun Prasetyo, anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Djuwanto Hadi dan Handayati Djuwanto, pemilik toko bunga itu, meminang putri ketiga Hamengku Buwono X, semua berubah.
Jun Prasetyo, lulusan Southestern University, Washington DC, AS, berprofesi sebagai pemilik Dragonfly Restaurant di Yogyakarta.
Adapun GKR Maduretno jebolan Homelsglen Institute, Melbourne, Australia. Perkenalan dua insan ini dimulai sejak mereka mengenyam pendidikan di SMAN 3 Yogyakarta.
Bangunan Toko Bunga Taman Sari sedikit lebih megah dibandingkan dengan toko lain di kompleks tersebut. Tidak hanya itu, beberapa karyawan toko juga mengenakan busana seragam. Pemandangan yang tidak terlihat di toko-toko lainnya.
Raden Ayu Handayati Djuwanto, ibunda Jun Prasetyo, tak dapat menyembunyikan kegembiraannya menjadi besan HB X. Janda berusia 72 tahun itu menyebut pernikahan tersebut sebagai berkah. "Tidak pernah terpikir bisa menjadi besan raja," ujarnya, tersenyum. (redaksi@koranjogja.com)
bisnis.com
Artikel »
Jumat, 29/08/2008 09:36 WIB
Kedaulatan atas migas masih minim
Oleh : Peter F. Gontha (Komisaris PT Satmarindo)
Kamis, 28/08/2008 17:48 WIB
Kemiskinan Kalbar haruslah cepat berlalu...
Oleh : Lahyanto Nadie
Kamis, 28/08/2008 09:03 WIB
Target selesai proyek di DKI ala Bandung Bondowoso
Oleh : Nurudin Abdullah
Selasa, 26/08/2008 14:49 WIB
Gawat, kondisi batas Indonesia-Malaysia
Oleh : Lahyanto Nadie
Selasa, 26/08/2008 10:19 WIB
Melongok neraca keuangan MA
Oleh : Anugerah Perkasa
Selasa, 26/08/2008 10:17 WIB
Harga elpiji naik, rakyat makin terimpit
Oleh : Rudi Ariffianto