Bisnis Indonesia Online » Artikel
Artikel - Detail
Senin, 07/07/2008 10:06 WIB
Konsep mozaik dan pemanfaatan hutan
oleh : Erwin Tambunan & Martin Sihombing
Di negara mana pun di dunia ini, hutan a.l. harus dimanfaatkan demi kesejahteraan manusia. Siapa pun pengelola hutan itu, misalnya, masyarakat di sekitar hutan, harus menikmati manfaatnya dalam ukuran apa saja terutama dalam kepentingan lingkungan dan ekonomi.
Pemerintah sendiri, melalui berbagai aturannya, menegaskan agar pemanfaat hutan-terutama oleh pengusaha dalam bentuk hak pengusahaan hutan dan hutan tanaman industri-selain tidak merongrong tata lingkungan, mampu menghidupi warga bangsa yang ada di sekitar hutan.
Sebutlah misalnya Keputusan Menteri Kehutanan No. 31/JKpts-II/2001 tentang Penyelenggaraan Hutan Kemasyarakatan. Dalam Bab I Pasal 1 ditegaskan, dalam keputusan ini yang dimaksud dengan pemanfaatan hutan adalah bentuk kegiatan untuk memperoleh manfaat optimal dari hutan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat dalam pemanfaatan kawasan, pemanfaatan jasa lingkungan, pemanfaatan hasil hutan kayu, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, pemungutan hasil hutan kayu, dan pemungutan hasil hutan bukan kayu.
Jadi, meraup keuntungan dari hutan, hal yang dibenarkan. Namun, meraup untung dengan merugikan masyarakat dan negara, diharamkan. Apalagi, sektor ini, benar-benar diawasi oleh banyak orang, terutama yang peduli pada lingkungan. "Kami telah memadukan antara profit dan kepentingan masyarakat," ujar Dirut PT Riaupulp, Rudy Fajar. Dia mamaparkan salah satu caranya menerapkan konsep 3P yakni People, Planet, and Profit, sebagai pelaksanaan good corporate governance. Konsep ini memadukan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi perusahaan anggota WBCSD (World Business Council for Sustainable Development), yang berbasis di Geneva(Swiss).
Hal itu sebagai perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Setiap tahun, US$4 juta-perusahaan yang September 2007, mendapat Excellence Award for Poverty Alleviation pada ajang Asian Forum 2007-digelontorkan untuk CSR untuk pertanian terpadu, usaha kecil dan menengah (UMKM), kesehatan, dan pendidikan.
Melalui program pertanian terpadu, Riaupulp telah membina lebih dari 4.305 petani. Riaupulp sukses mengajak kalangan perbankan untuk bekerja sama menyalurkan bantuan pinjaman untuk membiayai usaha pertanian mitra binaannya. Hingga saat ini, kredit yang telah dikucurkan kepada para petani mitra binaan Riaupulp mencapai Rp 1,1 miliar.
|
Total dana kredit yang disalurkan oleh bank kepada mitra bina SMEs program
|
|
|
Tahun
|
Dana kredit mitra bina dari bank
|
|
2001
|
Rp1,73 miliar
|
|
2002
|
Rp1,33 miliar
|
|
2003
|
Rp6,74 miliar
|
|
2004
|
Rp6,50 miliar
|
|
2005
|
Rp2,73 miliar
|
|
2006
|
Rp230 juta
|
|
2007
|
Rp1,63 miliar
|
|
Total
|
Rp20,91 miliar
|
Hutan tanaman
Direktur CSR Riaupulp, Amra Mahalli mengatakan pelaksanaan CSR di perusahaannya-yang merupakan wujud komitmen Sukanto Tanoto, pendiri Asia Pasific Resources International Holding Limited (APRIL) Group. Bentuknya good business must be good for community, good for country, and good for business itself. "Menguntungkan masyarakat, negara, dan perusahaan," ujarnya.
Riaupulp, yang Pertanian terpadu itu menghasilkan award Integrated Farming System (IFS)-saat ini mengelola hutan tanaman industri untuk produksi kertas dan bubur kertasnya, seluas lebih dari 300.000 hektare di Indonesia. Produksi Riaupulp saat ini mencapai lebih dari 2 juta ton pulp, dan sekitar 700.000 ton kertas per tahun. Sekitar 90% dari produksinya diekspor.
Rudi memaparkan Riaupulp tiap tahun melakukan penanaman kembali pada areal 50.000-60.000 ha lahan konsesi yang diizinkan oleh pemerintah untuk pembangunan hutan tanaman industri. Sekitar 100 juta pohon ditanam per tahun. Selain itu, 240.000 hektare hutan konsesi Riaupulp dijadikan areal perlindungan dengan konsep Mosaic Plantation. "Konsep tanaman mozaik membagi secara jelas hutan tanaman industri dan hutan alam, dengan memperhatikan keanekaragaman hayati," kata Rudi.
Selain program pertanian terpadu, Riaupulp membina usaha kecil dan menengah (UMKM). Hingga kini, program UMKM Riaupulp telah melahirkan 237 wirausahawan lokal yang mampu memberi pekerjaan kepada kurang lebih 2.000 tenaga kerja setempat. "We believe this is the most efficient way of managing risk and of addressing the concerns of our employees, customers, suppliers,shareholders and the wider community," ujar A.J. Devanesan-COO APRIL (Asia Pacific Resource International Holdings Limited) yang merupakan holding company dari Riaupulp.
Dengan manajemen pengelolaan hutan yang mereka tata, Riaupulp memperoleh sertifikat LEI untuk kategori Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari. Sertifikasi itu diberikan berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 137/ 1997, untuk areal konsesi Riaupulp seluas 159.500 ha.
Program CSR yang berkelanjutan diharapkan akan dapat membentuk atau menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. Setiap kegiatan tersebut akan melibatkan semangat sinergi dari semua pihak secara terus menerus membangun dan menciptakan kesejahteraan dan pada akhirnya akan tercipta kemandirian dari masyarakat yang terlibat dalam program itu. (martin.sihombing@bisnis.co.id/erwin.tambunan@bisnis.co.id)
bisnis.com
Artikel »
Jumat, 05/09/2008 11:26 WIB
Kenaikan surcharge, simbol kekuasaan pelayaran asing
Oleh : Akhmad Mabrori
Jumat, 05/09/2008 11:11 WIB
Bisnis layanan broadband belum tergarap optimal
Oleh : Muhammad Sufyan
Jumat, 05/09/2008 10:35 WIB
Industri sawit dikawal isu lingkungan
Oleh : Martin Sihombing
Kamis, 04/09/2008 10:48 WIB
Roh RUU KEK itu sarat insentif
Oleh : Neneng Herbawati
Kamis, 04/09/2008 10:40 WIB
Tak ada (lagi) waralaba yang luput dari sanksi denda
Oleh : Linda T. Silitonga
Kamis, 04/09/2008 10:38 WIB
Berebut calon profesional TI dari kampus
Oleh : Karnain Lukman