Bisnis Indonesia Online » Artikel




Artikel - Detail

Sabtu, 19/07/2008 09:00 WIB

Menunggu A1 GrandPrix di jalan raya Lippo Karawaci

oleh : Irsad Sati

Lippo Karawaci, Tangerang, seperti berpacu dengan waktu. Kota mandiri itu hanya punya sisa waktu empat bulan menjelang ajang lomba A1 GrandPrix yang digelar di kawasan itu pada 9 November 2008.

Lomba ini menarik, sebab hanya sedikit ajang balap serupa pernah digelar di kawasan perumahan.

A1 GP dan juga F1 GP lebih banyak diperlombakan di sirkuit resmi. Lippo agaknya mengikuti jejak sirkuit Monte Carlo di Monaco atau sirkuit F1 GP di Singapura dan sejumlah sirkuit lain yang melombakan F1 GP di permukiman.

Situs resmi A1 GP mengungkapkan Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan GP seri ketiga tahun ini setelah sebelumnya digelar di Mugello, Italia, dan Zandvoort, Belanda.

Lokasinya ditetapkan di jalan-jalan di Lippo Karawaci yang disulap menjadi sirkuit yang representatif bagi penyelenggaraan balapan mobil bermesin jet tersebut.

Untuk itu, Hermann Tilke yang malang melintang merancang sirkuit F1 GP ditunjuk untuk menyulap jalan lebar 9-12 meter sepanjang 4,2 km menjadi sirkuit berkualitas internasional.

Penyelenggaraan kali ini merupakan yang ketiga di Indonesia setelah sempat digelar dua kali di Sentul, Bogor, pada Februari dan Oktober 2006, tapi absen pada 2007.

Bisnis mencoba menghubungi Adrian Li, Vice President Strategic Development Carbon Worldwide Sdn Bhd, penyelenggara A1 GP, tetapi pesan pendek yang dikirimkan kepadanya tidak berbalas.

Menarik minat

Bagoes Hermanto, promotor A1 Indonesia, menyambut baik penyelenggaraan A1 GP di Lippo Karawaci itu. Dia yakin ajang itu menarik minat pengunjung dalam jumlah besar karena lokasinya mudah dijangkau dan lingkungannya ramai.

Menurut dia, kepastian Indonesia kembali menyelenggarakan perlombaan itu membangkitkan semangat tim A1 Indonesia untuk memberi kejutan.

Bagoes mengatakan akan menurunkan Satrio Hermanto, yang juga adiknya, sebagai pembalap utama untuk bertarung dalam lomba yang mewakili negara, bukan tim brand sebagaimana di Formula 1.

"Kita akan turunkan sepasang pembalap, tetapi kami belum menetapkan siap pembalap keduanya. Yang jelas kami akan serius menghadapi seri di Lippo Karawaci dengan tekad memberi kejutan. Berlomba di depan publik sendiri jelas sangat memotivasi kami."

Prestasi terbaik yang pernah dicapai tim Indonesia adalah masuk 10 besar pada seri terakhir musim 2006/2007 di Inggris.

Apa tanggapan masyarakat terhadap perlombaan itu? Seorang warga Karawaci, Mulyadi, mengaku gembira dengan rencana hajatan di Karawaci itu.

"Memang Karawaci belum memiliki sirkuit balap, tetapi jalan rayanya bisa disulap menjadi sirkuit balap bertaraf internasional. Karawaci mendukung semua aspek dan sarana," ungkapnya dalam sebuah milis komunitas. (irsad.sati@bisnis.co.id)

bisnis.com

 

Artikel »

    Jumat, 05/09/2008 10:35 WIB

    Industri sawit dikawal isu lingkungan

    Oleh : Martin Sihombing

    Kamis, 04/09/2008 10:48 WIB

    Roh RUU KEK itu sarat insentif

    Oleh : Neneng Herbawati

    Kamis, 04/09/2008 10:40 WIB

    Tak ada (lagi) waralaba yang luput dari sanksi denda

    Oleh : Linda T. Silitonga

    Kamis, 04/09/2008 10:38 WIB

    Berebut calon profesional TI dari kampus

    Oleh : Karnain Lukman

Komentar

Beri Komentar