Bisnis Indonesia Online » Artikel




Artikel - Detail

Kamis, 28/08/2008 09:03 WIB

Target selesai proyek di DKI ala Bandung Bondowoso

oleh : Nurudin Abdullah

Rupanya Pemprov DKI Jakarta ingin meniru Bandung Bondowoso yang sanggup membangun 1.000 candi di Prambanan hanya dalam tempo sehari semalam, demi untuk memenuhi permintaan Roro Jongrang yang akan dinikahi.

Dengan "kesaktian" anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2008 yang rencana akan disahkan pada 29 Agustus 2008, Pemprov DKI optimistis dapat merampungkan seluruh pembangunan proyek di Ibu Kota dalam tempo hanya empat bulan.

Kesaktian APBD itu bisa mempercepat proses pembangunan atau memperlambat dan proses pembahasan hingga pengesahannya dapat menjadikan kubu eksekutif di pemprov dan DPRD DKI bermesra atau berseteru.

Walaupun periode tahun anggaran 2008 tinggal empat bulan lagi, pencairan APBD 2008 hasil perubahan yang mencapai Rp20,05 triliun diharapkan akan menjadi amunisi untuk menuntaskan seluruh pembangunan proyek di Jakarta hingga rampung.

Gubernur DKI Fauzi Bowo membenarkan pengesahan APBD 2008 memang terlambat. Namun, kinerjanya dijamin lebih baik dari kinerja APBD 2007 yang disahkan pada November 2007.

"Tahun lalu saja, pengesahan APBD DKI baru diketok pada November 2007 dan proses pembangunan hanya tersisa satu bulan, tetapi kegiatan bisa berjalan lancar," katanya meyakinkan.

Tentu Gubernur Fauzi mempunyai argumentasi atas pernyataannya. Namun, banyak pihak melihat realitas di lapangan yang kondisinya saat ini agak berbeda dengan tahun lalu.

Tahun ini ada kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mencapai rata-rata 28,7% terjadi pada Mei 2008 dengan segala dampak ikutan yang sangat memberatkan masyarakat dan dunia usaha.

Kenaikan harga BBM mendongkrak kenaikan harga barang kebutuhan pokok, tarif transportasi dan distribusi, bahan baku untuk produksi dan harga barang material yang banyak memengaruhi pelaksanaan pembangunan proyek.

Ketua Umum DPD Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional DKI Sahat Oloan Sihombing mengatakan patokan harga satuan (PHS) barang dan jasa yang ditetapkan pada nilai proyek di Jakarta sudah tidak sesuai dengan perkembangan harga material yang melonjak 20%-30% pasca kenaikan harga BBM.

Sementara pemprov tidak bisa melakukan eskalasi (penyesuaian nilai kontrak) dengan harga pasar, sehingga dikhawatirkan ada banyak proyek yang mandek di tengah jalan, jika tidak ada solusi yang terbaik.

Pelaksanaan pembangunan proyek di Jakarta perlu mempertimbangkan tanggal merah di kalender hingga Desember 2008, serta event nasional bulan puasa Ramadan yang diakhiri hari raya Idulfitri.

Biasanya aktivitas pekerjaan proyek mulai turun selama bulan puasa, kemudian terhenti total saat hari raya Lebaran karena banyak pekerja mudik. Demikian halnya saat hari raya Iduladha, Natal dan Tahun Baru.

Target penyelesaian pembangunan proyek selama empat bulan pada periode 2008 itu mau tidak mau harus terkurangi oleh hari-hari tidak efektif kerja itu. Karena itu banyak pihak merasa khawatir hasil proyeknya berkualitas rendah

Secara kuantitas pekerjaan atau volume penyerapan anggaran untuk pembangunan proyek yang hanya memakan waktu empat bulan itu mungkin bisa tercapai hingga 100%, tetapi kualitas dari hasil kerja "ngebut" itu dipertanyakan.

Rapor merah

Bahkan ada yang mengaitkan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memberi rapor merah kepada Pemprov DKI dengan keterlambatan pencairan APBD 2007, karena baru disahkan November 2007.

Sudah pasti, saat itu pihak satuan kerja pelaksana daerah (SKPD) bekerja ekstra keras memanfaatkan sisa waktu yang hanya satu bulan agar dinilai berhasil karena mampu menyerap anggaran yang telah dialokasikan.

Tentu, pemprov tidak ingin mengulang kasus yang telah diungkap BPK pada 24 Juni 2008. SKPD sebagai pelaksana dituntut untuk bekerja keras menyelesaikan pembangunan proyek di Jakarta dalam tempo empat bulan. Semoga tidak seperti Bandung Bondowoso yang tidak berhasil menyelesaikan pembangunan 1.000 candi pada waktunya karena ada penghianatan. (nurudin.abdullah@bisnis.co.id)

bisnis.com

 

Artikel »

    Selasa, 06/01/2009 08:15 WIB

    UKM hadapi dampak lanjutan krisis global

    Oleh : Mulia Ginting Munthe

    Selasa, 06/01/2009 08:13 WIB

    Tarif dan layanan angkutan umum masih jadi momok

    Oleh : Fita Indah Maulani & Arif Pitoyo

    Selasa, 06/01/2009 08:10 WIB

    Sektor pertanian butuh proteksi

    Oleh : Martin Sihombing

    Selasa, 06/01/2009 08:07 WIB

    Quo vadis industri baja pada tahun depresi global?

    Oleh : Yusuf Waluyo Jati

Komentar

Beri Komentar