Bisnis Indonesia Online » Artikel
Artikel - Detail
Selasa, 07/10/2008 10:44 WIB
Bisnis kiriman ekspres masih diminati
oleh : Arif Pitoyo
Tak banyak yang berubah dari bisnis kiriman ekspres pada Lebaran tahun ini, volume dan jenis barang yang dikirim tak banyak berubah. Sama halnya seperti Idulfitri tahun lalu, Lebaran kali ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada kiriman ekspres kargo ritel dan kiriman uang.
Adalah PT Pos Indonesia (Posindo) yang selalu jadi andalan masyarakat di kota-kota kecil dan perdesaan, yang umumnya belum terjangkau perusahaan kiriman ekspres swasta.
BUMN perposan tersebut mengklaim mengalami kenaikan kiriman paket, surat, dan uang sekitar 20% di mana penyumbang terbesar adalah kiriman uang dari luar negeri atau Western Union yang mencapai kenaikan 50%.
Jumlah kiriman kartu Lebaran yang biasanya turun tajam karena kalah bersaing dengan produk seluler berupa ucapan selamat Lebaran melalui layanan pesan singkat (SMS), kini mulai tumbuh lagi.
| Sekilas mengenai bisnis kiriman ekspres pada Lebaran | |
| Posindo | Terjadi peningkatan kiriman paket dan surat domestik serta kiriman uang internasional. Pelanggan kebanyakan ritel dan rumah tangga |
| Perusahaan swasta | Terjadi penurunan kiriman barang, pelanggan kebanyakan perusahaan dan korporasi |
| Perusahaan asing | Terjadi peningkatan kiriman barang ke luar negeri, terjadi penurunan kiriman barang domestik |
"Kartu ucapan selalu memiliki nilai historis yang bisa disimpan sampai kapan pun, berbeda dengan SMS yang dengan mudahnya bisa terhapus seketika," ungkap Endras, seorang pelanggan Posindo.
Kiriman kartu Lebaran pernah mengalami masa-masa keemasan pada awal 1990-an.
Namun, seiring dengan masuknya layanan SMS pada periode itu, maka masyarakat lebih memilih layanan yang lebih simpel dan praktis tersebut.
Bisnis kiriman ekspres sepanjang Lebaran banyak didominasi oleh kiriman paket kepada keluarga di kampung, kiriman parcel ke relasi, dan kiriman uang, terutama yang dilakukan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Posindo yang banyak melayani pelanggan ritel seakan kebagian durian runtuh pada Lebaran setiap tahun. Khusus untuk tahun ini, kiriman surat meningkat 30%, kiriman paket 20%, dan kiriman uang mencapai 40%-50%.
Besarnya jumlah pengiriman menggunakan layanan Pos-Western Union itu karena faktor kecepatannya serta jaringan pos yang menjangkau hingga ke perdesaan.
Sebaliknya, perusahaan kiriman ekspres swasta justru mendapatkan order cukup besar justru pada awal Ramadan mengingat sebagian besar pelanggannya merupakan perusahaan dan korporasi.
Pemilik barang
Pemilik barang cenderung mengirimkan barangnya ke tempat tujuan pada awal puasa karena kebanyakan perusahaan dan perkantoran di Indonesia tutup pada saat Lebaran.
Umumnya mereka mengejar waktu sebelum perusahaan tujuan pengiriman tutup dan meliburkan karyawannya. Hal lain yang memicu perusahaan kiriman ekspres mengantarkan kargo ke tempat tujuan pada awal Ramadan karena adanya larangan operasional truk barang pada H-4 sampai H+1 Lebaran.
Jadi pada dasarnya tidak ada peningkatan yang signifikan dari perusahaan kiriman ekspres pada saat Lebaran mengingat jumlah pelanggan ritelnya rata-rata hanya sekitar 10%.
Perusahaan asing, TNT justru naik terutama untuk kiriman ke luar negeri.(arif.pitoyo@bisnis.co.id)
bisnis.com
Artikel »
Selasa, 06/01/2009 08:19 WIB
Protes Ikhsan untuk yang dipaksa bangun kepagian
Oleh : Mia Chitra Dinisari
Selasa, 06/01/2009 08:16 WIB
Mengejar setoran pajak di tahun krisis
Oleh : Achmad Aris
Selasa, 06/01/2009 08:15 WIB
UKM hadapi dampak lanjutan krisis global
Oleh : Mulia Ginting Munthe
Selasa, 06/01/2009 08:13 WIB
Tarif dan layanan angkutan umum masih jadi momok
Oleh : Fita Indah Maulani & Arif Pitoyo
Selasa, 06/01/2009 08:10 WIB
Sektor pertanian butuh proteksi
Oleh : Martin Sihombing
Selasa, 06/01/2009 08:07 WIB
Quo vadis industri baja pada tahun depresi global?
Oleh : Yusuf Waluyo Jati