Bisnis Indonesia Online » Artikel




Artikel - Detail

Rabu, 19/11/2008 13:24 WIB

Yang tersisa dari BRTI Award

oleh : Arif Pitoyo

PT Indosat Tbk dan PT Bakrie Telecom Tbk secara mengejutkan mendapatkan penghargaan paling prestisius tahun ini dengan terpilih sebagai operator telekomunikasi terbaik versi Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Ajang adu gengsi antaroperator yang digelar regulator tersebut menyisakan berbagai kontroversi, di samping kejutan-kejutan yang terjadi.

Pengamat telekomunikasi dari Universitas Indonesia Gunawan Wibisono mengungkapkan tidak pantas BRTI menyelenggarakan ajang penghargaan tersebut karena tugas dari lembaga tersebut adalah sebagai pengawas dan membina industri, bukan pemeringkat.

“Menurut UU, fungsi BRTI bukanlah lembaga pemeringkat. Jika ini mereka lakukan, sama saja melanggengkan operator melakukan permainan pemasaran karena nantinya sertifikat yang diberikan BRTI tersebut dijadikan alat promosi untuk berjualan,” tegasnya.

Menurut Gunawan, selama ini tidak ada satu pun operator di Indonesia memenuhi aturan kualitas layanan yang dibuat oleh regulator. Hal itu, tambahnya, dapat dibuktikan dengan semakin susahnya berkomunikasi menggunakan jaringan para pemenang.

Dirjen Pos dan Telekomunikasi merangkap Ketua BRTI Basuki Yusuf Iskandar mengungkapkan pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap operator yang mematuhi komitmen pembangunan seperti tertuang dalam lisensi modern, memberikan kualitas layanan terbaik bagi konsumen, dan memberdayakan masyarakat akan informasi dan layanan telekomunikasi.

BRTI dalam memberikan penghargaannya membagi operator hanya dalam dua kategori yakni penyelenggara telepon tetap (fixed line dan fixed wireless acces/ FWA) dan seluler.

Ukuran yang digunakan oleh BRTI untuk menilai para operator adalah kinerja operasi selama 2007
meliputi pembangunan jaringan, layanan tagihan, kepatuhan pada regulasi, kinerja jaringan, dan area layanan. Bobot nilai untuk aspek ini sebesar 45% dan ditangani langsung oleh lembaga tersebut.

Aspek berikutnya adalah berkaitan dengan kepuasan pelanggan yang diberikan bobot sebesar 45% dan terakhir adalah kedekatan merek di pelanggan yang dinilai sebesar 10%. Untuk dua aspek terakhir BRTI dibantu oleh lembaga riset Frontier.

Sementara berkaitan dengan masa penilaian dari kinerja operasi, BRTI menggunakan periode waktu selama 2007, dan untuk kualitas layanan serta merek sepanjang tahun ini.

Hasil yang keluar dari ajang penghargaan versi BRTI tersebut cukup mengejutkan semua
pihak. Tercatat, Bakrie Telecom Tbk (Btel) dinyatakan sebagai yang terbaik menyelenggarakan telepon tetap, menyisihkan pemimpin pangsa pasar PT Telkom Tbk yang hanya puas berada di peringkat kedua.

Sedangkan di kategori seluler, Indosat muncul sebagai juara, lagi-lagi menyisihkan pemimpin pangsa pasar Telkomsel yang bahkan tidak mampu menduduki peringkat kedua, karena ditempati XL.

Berdasarkan catatan Bisnis, Telkom adalah penguasa pasar telepon tetap saat ini dengan 8,7 juta
pelanggan telepon kabel dan 9,6 juta pelanggan Flexi (fixed wireless access/FWA), sementara Bakrie Telecom memiliki sekitar 6,5 juta pelanggan.

Sedangkan anak usaha Telkom, Telkomsel, yang menguasai pasar melebihi 50% dengan 60,5 juta pelanggan juga kalah dari Indosat yang hanya memiliki 35,5 juta pelanggan dan XL dengan 25,5 juta pelanggan.

Bila dilihat dari fakta di atas dan parameter penilaian yang ada, maka Grup Telkom boleh menjadi penguasa pasar di kedua layanan tersebut, tetapi belum layak berkuasa di kualitas layanan atau pun kepatuhan kepada regulasi.

Sekjen Indonesia Telecommunication Users Group (IDTUG) Muhammad Jumadi Idris mencatat ada hal-hal yang patut dipertanyakan dari hasil penilaian BRTI, terutama di sektor seluler.

Di sektor FWA, dia mengakui Bakrie Telecom adalah pionir dari tarif murah di FWA yang banyak
ditiru oleh kompetitornya.”Saya rasa untuk hal ini memang bakrie memang lebih baik, dan
pengguna banyak menyukai hal itu,” katanya.


Kalah dalam jaringan

Sementara di sektor seluler, Idtug mengkritisi diraihnya predikat terbaik oleh Indosat karena dibandingkan dengan operator seluler lainnya, seperti Telkomsel dan XL, masih kalah dalam pengembangan jaringannya.

Memang, jika dilihat dari sisi infrastruktur dan jumlah pelanggan Telkomsel
mengalahkan semua pesaingnya. Tercatat, Telkomsel memiliki sekitar 25 ribu BTS
dengan 60,5 juta pelanggan. Belum lagi komitmennya membangun akses telekomunikasi
hingga ke pelosok.

Meski berada di posisi pangsa pasar ketiga operator seluler, tetapi XL hingga saat ini telah memiliki sekitar 15.000 base transceiver station (BTS), sementara Indosat hanya sekitar 13.000 BTS. Belum lagi rendahnya komitmen Indosat membuka akses telekomunikasi di pedesaan. Hal itu dapat dilihat saat dikibarkannya bendera putih oleh Indosat ketika tender telepon desa digelar tahun lalu.

Belum lagi dari sisi inovasi pemasaran berkaitan dengan tarif, di mana tidak ada hal baru yang ditawarkan Indosat selain saling membalas dan menjawab program pemasaran dari XL.

Dan dari sisi kepatuhan regulasi pun harus dicatat Indosat pernah mendapatkan peringatan dari BRTI terkait tumbangya jaringan operator tersebut di Jabodetabek yang merugikan ratusan pelanggan miliknya.

Jumadi mengungkapkan jika dirujuk, XL tahun ini mencatat kinerja perseroan yang lebih positif dibandingkan dengan Indosat. Tercatat, Indosat pada tahun ini dengan belanja modal hampir setara XL yakni sekitar 1,2 miliar dollar AS hanya menargetkan membangun 3.000 BTS.

Dan pada kuartal ketiga tahun ini jumlah BTS Indosat pun kalah dari XL yang hanya sekitar 13.096 BTS dengan 35,5 juta pelanggan.

Ketika dikonfirmasi, Division Head Public Relation Indosat Adita Irawati mengajak semua pihak untuk melihat penghargaan itu secara positif.

“Pihak-pihak yang meragukan diraihnya penghargaan oleh Indosat sebaiknya mempertanyakannya kepada BRTI, sebagai lembaga penyelenggara ajang tersebut,” katanya.

Sementara sandungan Telkomsel dalam meraih predikat terbaik versi BRTI adalah kasus tumbangnya jaringan Telkomsel saat pergantian tahun 2006 ke 2007 di mana berujung dikeluarkannya surat peringatan oleh BRTI kepada operator tersebut.

BRTI juga menilai realisasi pembangunan jaringan Telkomsel jauh dari komitmen yang sudah disampaikan kepada regulator.(arif.pitoyo@bisnis.co.id)

bisnis.com

 

Artikel »

    Selasa, 06/01/2009 08:15 WIB

    UKM hadapi dampak lanjutan krisis global

    Oleh : Mulia Ginting Munthe

    Selasa, 06/01/2009 08:13 WIB

    Tarif dan layanan angkutan umum masih jadi momok

    Oleh : Fita Indah Maulani & Arif Pitoyo

    Selasa, 06/01/2009 08:10 WIB

    Sektor pertanian butuh proteksi

    Oleh : Martin Sihombing

    Selasa, 06/01/2009 08:07 WIB

    Quo vadis industri baja pada tahun depresi global?

    Oleh : Yusuf Waluyo Jati

Komentar

Beri Komentar