Bisnis Indonesia Online » Artikel
Artikel - Detail
Rabu, 13/02/2008 10:43 WIB
Notebook murah gantikan ponsel?
oleh : Gombang Nan Cengka
Bagaimanakah nanti bentuk komputer portabel yang dominan di pasar? Kalau kita mengacu pada perusahaan seperti Nokia, komputer portabel di masa depan akan berbentuk seperti ponsel. Perusahaan Finlandia ini malah terang-terangan menamakan salah satu produknya sebagai komputer, meskipun sebenarnya masih lebih cocok disebut sebagai ponsel.
Meskipun laptop juga digolongkan sebagai komputer portabel pada prakteknya tak banyak orang yang selalu membawanya. Meskipun jauh lebih portabel dibandingkan dengan desktop, laptop dianggap terlalu besar dan berat sebagai peranti komputasi yang dapat ditenteng kapan pun dan di mana pun. Laptop yang benar-benar ringan umumnya berharga terlalu mahal buat adopsi massal.
Salah satu bentuk komputasi portabel lain yang sebelumnya populer, PDA (personal digital assistant), saat ini sudah tergusur oleh ponsel pintar alias smartphone. Umumnya pembuat PDA yang sekarang ini melengkapi produk mereka dengan komponen telepon, sehingga susah dibedakan dengan ponsel pintar. Kebanyakan malah menjualnya sebagai telepon, tidak lagi PDA.
Sejalan dengan itu, Canalys melaporkan bahwa penjualan PDA merosot tajam dari 5,6 juta unit menjadi 3 juta unit saja.
Alasan buat mengunggulkan penyatuan fungsi ponsel dan PDA dalam satu peranti cukup meyakinkan.
Konektivitas merupakan keharusan bagi komputer portabel, dan dalam hal ini PDA klasik memiliki kelemahan besar karena fungsi komunikasi yang terpisah. Kata kunci yang populer adalah konvergensi. Dengan harga yang relatif murah, fitur lengkap dan bentuk yang mudah dibawa-bawa ponsel pintar memang patut jadi jagoan buat menjadi komputer portabel utama.
Kenyataannya memang penjualan ponsel pintar di pasaran meningkat pesat. Jumlah unit yang dikapalkan pada tahun 2007 ialah 115 juta, meningkat 60% dari tahun sebelumnya. Ini seperti menunjukkan bahwa masa depan ponsel pintar sangat cerah, dan patut menjadi pilihan utama buat komputasi portabel.
Seiring dengan itu beberapa perusahaan yang lebih dikenal sebagai perusahaan komputer mulai lebih serius untuk terjun ke pasar ponsel. Contohnya adalah Microsoft, Apple dan Google. Pada awalnya masuknya perusahaan seperti Microsoft dalam bisnis peranti genggam tidaklah mudah. Microsoft misalnya sudah meluncurkan Windows CE sejak 1997.
Namun, divisi yang berurusan dengan peranti genggam dan bergerak, Mobile and Embedded Division, baru mendapatkan keuntungan pada 2006.
Karena itu tak mengherankan bila Chief Executive Officer (CEO) Palm Inc konon meremehkan Apple saat niat mereka untuk masuk ke pasar ponsel pintar diketahui banyak orang, karena menurutnya tidak gampang buat orang-orang komputer memahami karakteristik pasar telepon.
Namun kenyataan berbicara lain: Apple berhasil meraih 7% pangsa pasar ponsel pintar, ketiga di belakang Nokia dan Research in Motion (RIM). Masih perlu dilihat lagi apakah inisiatif Google mensponsori sistem operasi Android untuk ponsel akan mendapat sambutan dari pemakai.
Faktor bentuk
Bagaimanapun bentuk ponsel punya keterbatasan inheren sebagai peranti komputasi portabel. PDA ponsel seperti HTC Advantage boleh saja lebih punya tenaga daripada komputer pribadi dasawarsa lalu. Namun peranti seperti ini punya satu masalah besar: antarmuka. Pada umumnya pemakai ponsel lebih menyukai ukuran peranti yang lebih kecil dan ringan.
Padahal komputasi menuntut alat masukan dan keluaran (input dan output) yang memadai. Pada PDA ponsel atau ponsel pintar ini biasanya berupa layar (atau layar sentuh), serta papan nomor dan papan ketik.
Semuanya ini tidak bisa terlalu kecil, agar bekerja pada ponsel seperti ini tidak menyusahkan. Salah satu kunci kepopuleran Apple iPhone adalah menemukan inovasi pada layar sentuh agar mudah digunakan.
Karena itu tidak mengherankan bila para pembuat komputer mencoba mencari alternatif bentuk lain. Bentuk subnotebook sudah pernah dicoba, seperti yang pernah ditemukan pada mesin-mesin Psion dan seri HP Jornada. Namun komputer portabel seperti ini relatif kurang populer.
Ultramobile
Alternatif bentuk lain, yang awalnya dijagokan oleh Microsoft, adalah tablet. Pada awalnya ini hanya diperkenalkan buat laptop, namun Microsoft berambisi untuk membawanya ke bentuk yang lebih kecil lagi, yaitu ultramobile PC (UMPC).
Meskipun begitu, kalau kita melihat kesuksesan luar biasa dari Asus Eee PC bentuk subnotebook mungkin akan menjadi salah satu pilihan menarik. Eee PC punya beberapa kelebihan.
Ukurannya cukup kecil sehingga mudah dibawa-bawa, tetapi tidak terlalu kecil sehingga sukar digunakan buat pekerjaan. Komputer ini punya kemampuan buat menjalankan sistem operasi PC, baik Linux maupun Windows XP, dengan harga yang terjangkau.
Tentu saja perusahaan lain tidak tinggal diam. Everex misalnya sudah mengumumkan beredarnya komputer dengan bentuk yang sama dengan Eee PC, Cloudbook. Acer, Gigabyte dan MSI juga mengumumkan niat yang sama.
Apakah bila subnotebook murah sukses di pasar berarti ponsel pintar akan tergusur? Yang jelas semua orang masih perlu telepon.
Ponsel sendiri jelas masih akan hidup, tetapi pemakai yang menginginkan kemampuan komputasi penuh mungkin akan lebih memilih subnotebook dan dumb phone, yang kegunaannya terbatas buat bercakap-cakap dan modem. (redaksi@bisnis.co.id)
bisnis.com
Artikel »
Jumat, 03/07/2009 13:56 WIB
Para capres sepakat benahi implementasi otda
Oleh : Tri D. Pamenan & Ratna Ariyanti
Rabu, 01/07/2009 11:54 WIB
Biofarmasi, potensi bisnis yang masih terabaikan
Oleh : Afriyanto
Selasa, 30/06/2009 10:28 WIB
Menanti pencabutan larangan terbang
Oleh : Hendra Wibawa
Senin, 29/06/2009 12:58 WIB
Capres & cawapres (harus) taat pajak
Oleh : Pahala Nainggolan
Senin, 29/06/2009 12:56 WIB
Hak angkut kelima untungkan siapa?
Oleh : Junaidi Halik
Senin, 29/06/2009 12:54 WIB
Saatnya memburu emas hitam (lagi)
Oleh : Rudi Ariffianto & Firman Hidranto
Komentar
#1 - Komentar
Kalau memang beberapa pihak produsen gadget ini memang ingin membuat sesuatu layaknya fungsi pada Home-PC yang Portable dan dengan harga terjangkau memang sangat bagus. Tapi akan lebih menarik lagi jika kemampuan gadget ini bisa lebih sempurna dibanding Home-PC. Dan juga akan lebih menarik jika gadget ini bisa multi-fungsi. Smartphone, Home-PC, PDA, dan kalau memang memungkinkan Fasilitas Televisi layaknya Televisi Rumahan. Gratis maksudnya.
Lukman - Malang/Indonesia @ 13/02/2008 - 20:23 WIB dari 202.51.210.178 (ip178.210.infoasiamedia.com)