CANBERRA (Bloomberg): Saham Telstra Corp, perusahaan telepon terbesar di Australia, naik terbesar dalam satu dekade terakhir, setelah menyepakati perjanjian senilai A$11 miliar (US$9,7 miliar) dengan pemerintah untuk menutup jaringan kabel tembaga.
Saham Telstra naik sebesar 8,8%, kenaikan intraday terbesar sejak Maret 2000. Saham ini diperdagangkan 7,1% lebih tinggi pada harga A$3,46 pada 10:28 a.m. di Sydney.
Berdasarkan perjanjian awal, NBN Co, perusahaan yang didukung pemerintah untuk membangun jaringan fiber nasional pertama di Australia, memiliki akses kepada pelanggan fixed line Telstra.
Kesepakatan yang harus mendapatkan persetujuan pemegang saham, itu menghindarkan dari penalti pemerintah yang telah diusulkan, termasuk pembatasan untuk memperoleh gelombang udara bagi layanan telepon selular yang lebih canggih.
"Pengumuman ini jelas positif. Mengingat pentingnya pengumuman ini, kepada semua pihak kami berharap transaksi ini untuk terus dilanjutkan namun prosesnya akan memakan waktu berbulan-bulan," kata Christopher Vagg, analis Citigroup Inc, dalam sebuah catatannya kepada klien hari ini.
PM Kevin Rudd mengumumkan perjanjian ini kemarin, untuk menghilangkan hambatan dalam menciptakan jaringan broadband nasional. Pertama, pemerintah meminta Telstra untuk membagi aset fixed line pada September dan perusahaan itu telah dalam pembicaraan dengan pemerintah sebelumnya.
Chairperson Telstra Catherine Livingstone kemarin mengatakan Telstra perlu membentuk perjanjian definitif dengan pemerintah. Pemegang saham Telstra sebanyak 1,4 juta akan memberikan suara pada proposal ini semester pertama 2011.
Jaringan tembaga milik Telstra adalah satu-satunya di Australia. Perusahaan menerima fee dari dari pesaingnya, seperti Optus, ketika mereka ingin menawarkan layanan suara dan Internet di negara ini.(t03/yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »