Bisnis Indonesia Online
Selasa, 05/08/2008 12:07 WIB
Pertemuan nasabah GFB dengan BBJ sempat ricuh
oleh : Nana Oktavia Musliana
JAKARTA (Bisnis.com): Pertemuan negoasisi antara mantan nasabah PT Graha Finesa Berjangka dengan para pejabat dari PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sempat ricuh sekitar pkl. 10.30 WIB hari ini.
Pasalnya, sebelum berlangsung pertemuan pihak BBJ, KBI dan Bappebti melalui utusannya telah mengizinkan 10 orang perwakilan mantan nasabah PT GFB untuk berunding. Namun, ketika 10 orang yang ditunjuk sebagai wakil sampai di lantai empat Kantor Bappebti yang terletak di Plaza Bumi Daya, Jl Imam Bonjol, Jakarta, ternyata yang diizinkan masuk hanya empat orang.
"Di awal tadi sudah disepakati yang masuk 10 orang tapi ternyata berubah lagi. Saya ini orang yang konsisten tetapi mengapa mereka tidak," kata Folonehe, koordinator mantan nasabah PT GFB.
Namun, karena para nasabah ngotot dan setelah Folo menegosiasi ulang dengan pihak BBJ, KBI dan Bappebti, akhirnya ke-10 orang perwakilan tersebut diizinkan masuk pada pkl. 11.30 WIB.
Hingga berita ini diturunkan negoasiasi itu masih berlangsung.
Para mantan nasabah tersebut diterima oleh Dirut KBI Surdiyanto Suryodarmodjo, Dirut BBJ Hasan Zein Mahmud, dan Kepala Biro Hukum Bappebti Peter Angwarmasse.
Dalam nego itu para mantan nasabah rencananya akan menuntut para pejabat untuk menyelidiki sembilan rekening yang selalu diuntungkan dari kegiatan transaksi trading. Tuntutan lainnya adalah agar Bappebti menurunkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk mengusut kasus itu bersama dengan pihak kepolisian. Para mantan nasabah juga meminta agar perwakilannya dilibatkan dalam satgas yang dibentuk untuk menangani kasus tersebut.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Ketentuan soal MKBD mungkin dilonggarkan
- PHEI ajukan izin jadi penilai harga efek
- Stanchart akuisisi Cazenove Asia
- BBJ cairkan pembekuan SPAB Quantum Futures
- Harga tak wajar, BEI awasi saham Ekadharma