JAKARTA (bisnis.com): Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan parameter penolakan otomatis (autometic rejection) dengan struktur baru mulai Senin depan.
Direktur Perdagangan Saham M.S. Sembiring menilai keadaan pasar sudah normal meski masih fluktuatif.
"Pelaku pasar sudah mulai rasional, tingkat kepanikan menurun. Karena itu kami akan menerapkan parameter auto rejection baru mulai pekan depan," tuturnya kepada pers di Gedung BEI hari ini.
Parameter yang baru itu menetapkan rentang pergerakan saham dibatasi simetris untuk batas atas dan bawah sebesar 35% untuk saham dengan harga Rp200 atau kurang, lalu 25% untuk harga saham Rp200-Rp5.000 dan 20% untuk Rp5.000 ke atas. Struktur baru ini berlaku untuk semua saham di papan perdagangan.
Menurut dia, batas auto rejection dikelompokkan berdasarkan harga saham agar tidak menggangu likuiditas dan transaksi saham tersebut.
Sampai hari ini, bursa masih menerapkan batas auto rejection secara unsimetris 20% untuk batas atas dan 10% untuk batas bawah. Parameter ini diberlakukan sejak awal Oktober 2008 menyusul fluktuasi harga saham secara signifikan akibat krisis keuangan global. Batas bawah dikurangi menjadi 10% untuk menahan kejatuhan harga saham dan IHSG.
Sebelumnya bursa menerapkan batasan unsimetris yang berbeda-beda tergantung nilai transaksi harian dan kapitalisasi pasar emiten. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »