Cermati BNBR, RMBA, IMAS, ALFA, ASIA, ELSA, ELTY

Rabu, 01/07/2009 08:13:54 WIBOleh: Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Harga sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia hari ini setidaknya akan terpengaruh kondisi keuangan, aksi korporasi dan berita-berita seputar perusahaan seperti BNBR, RMBA, IMAS, SIPD, ALFA, ASIA, ELSA, ADHI, dan ELTY.

Harian Bisnis Indonesia hari ini memberitakan kesembilan emiten tersebut yakni:

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana mengembangkan sayap bisnisnya ke kawasan Asia melalui pendirian perusahaan baru di sektor investasi. Guna mendukung ekspansi tersebut, Bakrie & Brothers mendapatkan restu dari pemegang saham untuk menjaminkan asetnya antara 50% dan 100%. Total aset yang dimiliki perseroan per 31 Maret 2009 mencapai Rp25,57 triliun.

"Saya tidak lagi menjadi direktur keuangan Bakrie & Brothers. Namun, ke depan, saya akan memegang urusan finansial dari sebuah perusahaan investasi Grup Bakrie & Brothers yang berdiri di luar negeri, di Asia. Ini langkah go international perseroan," ujar mantan Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Yuanita Rohali kepada Bisnis seusai rapat umum pemegang saham (RUPS), kemarin. Namun, Yuanita enggan mengungkapkan secara detail mengenai perusahaan yang akan didirikan di luar negeri tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Direktur BNBR Ari S. Hudaya mengatakan langkah pengembangan perseroan ke depan itu a.l. berupa penambahan bisnis baru perseroan. Dia juga menjelaskan persetujuan pemegang saham atas pembebanan 50% kekayaan bersih aset yang dimiliki dan akan dimiliki perseroan sebagai jaminan pinjaman.

"Penjaminan aset itu nilainya lebih dari 50% jumlah kekayaan bersih perseroan. Langkah ini sebagaimana diatur dalam UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas," kata Ari.

British American Tobacco Limited (BAT) akan menggelar penawaran tender terhadap saham PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) di harga Rp873 pada 14 Juli-12 Agustus 2009. Harga penawaran tender tersebut di atas rata-rata harga tertinggi perdagangan harian Rp543 untuk periode 90 hari sebelum 17 Juni 2009, saat transaksi terjadi.

Dalam pengumuman manajemen Bentoel dalam keterbukaan informasi kemarin disebutkan penawaran tender akan dimulai pada 14 Juli dan berakhir pada 12 Agustus 2009. BAT menggelar penawaran tender terhadap 1 miliar saham Bentoel. Dengan mengacu harga penawaran tender Rp873 per saham, total dana yang disiapkan mencapai Rp 874,33 miliar. Harga penawaran tender akan dibayarkan selambat-lambatnya 12 hari kalender setelah berakhirnya penawaran tender.

PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) pada kuartal I/2009 berhasil membukukan penjualan sebesar Rp1,59 triliun atau turun dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama pada 2008 yaitu Rp1,65 triliun.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia kemarin, manajemen Indomobil melaporkan penurunan penjualan dan peningkatan beban usaha perseroan ikut menurunkan perolehan laba bersih perseroan dari Rp4,61 miliar pada triwulan I/2008 menjadi Rp3,29 miliar pada kuartal I/2009.

Berdasarkan data, kontribusi penjualan berasal dari mobil dan motor Rp1,22 triliun, suku cadang Rp177,9 miliar, jasa keuangan Rp121,04 miliar, jasa perakitan dan servis Rp27,66 miliar, aksesori dan suvenir Rp4,62 miliar dan penjualan lain-lainnya sebesar Rp14,88 miliar.

PT Sierad Produce Tbk (SIPD) menjajaki pinjaman bank untuk melanjutkan kembali rencana ekspansi bernilai minimal Rp325 miliar yang tertunda pada tahun lalu. Sekretaris Perusahaan Sierad Elies Lestari Setiawan mengatakan rencana ekspansi akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun ini hingga 2011. Ekspansi terutama dilakukan terhadap unit bisnis yang kapasitasnya sudah penuh.

Perseroan berencana membangun 40 kandang pembibitan (breeding farm) dan 24 mesin penetasan (hatchery) dengan nilai investasi Rp300 miliar agar dapat meningkatkan kapasitas sebesar 30%. Manajemen berharap 65% kebutuhan pendanaan atau sekitar Rp200 miliar berasal dari pinjaman bank, selebihnya dari kas internal. "Kami sedang dekati bank lain selain BNI, sekarang belum dapat kami informasikan. Pendanaan masih dalam tahap kajian secara proporsional akan dihitung," tutur Elies saat paparan publik kemarin.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) adalah kreditur terbesar Sierad setelah mengucurkan kredit modal kerja Rp300 miliar dan kredit investasi Rp21,5 miliar. Selain itu, Sierad juga ingin membangun rumah potong ayam dengan kapasitas produksi 4.000 ayam per jam di Mojokerto, Jawa Timur dengan investasi Rp25 miliar. Rumah potong ini memasok kebutuhan daging ayam di wilayah Jawa Tengah dan Timur.

PT Alfa Retailindo Tbk (ALFA) menargetkan penjualan dan pendapatan operasional bersih tahun ini mencapai Rp1,72 triliun atau naik 3,5% dibandingkan dengan penjualan tahun lalu sebesar Rp1,66 triliun. Perusahaan juga menargetkan peningkatan laba bersih sebesar 2%-3% dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp16,34 miliar, atau menjadi Rp16,67 miliar-Rp16,83 miliar pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Alfa Retailindo Andri Irvandi mengatakan target yang minim tersebut disebabkan oleh fokus perusahaan pada gerai ritel, setelah menutup lima toko grosirnya pada triwulan I/2008. Pada akhir 2007, perusahaan telah menutup tiga gerai toko grosirnya.

Penutupan gerai toko perusahaan, tuturnya, disebabkan oleh minimnya kontribusi divisi dan toko grosir perusahaan dibandingkan dengan gerai ritelnya. Sehingga, lanjutnya, sering kali pendapatan perusahaan harus berkurang untuk membiayai kerugian di beberapa toko grosir.

PT Asia Natural Resources Tbk (ANR/ASIA) memperkirakan pendapatan perseroan hingga Juni 2009 berada pada kisaran Rp100 miliar. Dari jumlah itu, laba bersih yang diperoleh diproyeksikan sebesar Rp7 miliar.

Direktur Utama Asia Natural Paulus Junanda menuturkan pendapatan yang diperoleh perseroan itu seluruhnya berasal dari bisnis batu bara. "Untuk pendapatan tahun ini kami menargetkan sebesar Rp600 miliar, sedangkan laba bersih Rp30 miliar. Kami akan mendongkrak jumlah tersebut dengan masuk ke bisnis perdagangan timah," ujarnya seusai rapat umum pemegang saham (RUPS) kemarin.

Menurut Paulus, jumlah pendapatan dari perdagangan timah diproyeksikan bisa melebihi pendapatan dari bisnis batu bara. Untuk komoditas timah, Asia Natural menargetkan bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp360 miliar, sedangkan batu bara sebesar Rp220 miliar. "Untuk sisanya kami akan mendapatkannya dari bisnis komoditas mangaan. Komoditas ini dipakai untuk campuran baja," lanjutnya.

PT Elnusa Tbk (ELSA) hingga Mei 2009 berhasil membukukan kontrak sebesar US$218 juta, yang terdiri dari carry over tahun lalu sebesar US$130 juta dan kontrak baru selama 5 bulan pertama tahun ini sebesar US$87,5 juta.

Direktur Elnusa Eddy Sjahbuddin menuturkan pendapatan tersebut diperoleh dari sektor bisnis yang selama ini dijalankan perseroan, yaitu jasa layanan migas. "Kami optimistis selama tahun ini bisa meraih lagi kontrak baru hingga US$186 juta. Untuk revenue, perseroan menargetkan bisa membukukan sebesar Rp3 triliun," ujarnya seusai rapat umum pemegang saham kemarin.

Menurut Eddy, perseroan masih mengikuti sejumlah tender yang digelar, dan pihaknya optimistis bisa meraih target kontrak yang ditetapkan. "Kami mendapatkan proyek yang berasal dari Pertamina [pemegang saham mayoritas] tetap melalui mekanisme tender," ujarnya.

Direktur Utama Elnusa Eteng A. Salam menuturkan bahwa perseroan akan memperbesar bisnis di bidang migas, salah satunya dengan memiliki sejumlah blok migas. "Ini bukan bisnis yang baru, melainkan kami akan memperbesar bisnis tersebut. Ke depan diharapkan bisa memberi kontribusi yang signifikan bagi perseroan," ujarnya.

Dia mengatakan dalam rapat umum pemegang saham kemarin, disetujui rencana perseroan menjual 49% saham di PT Infomedia Nusantara senilai Rp598 miliar. Dari dana yang diraup, lanjutnya, perseroan mengalokasikan sebesar Rp299 miliar atau 50% dari dana hasil penjualan Infomedia untuk mengakuisisi blok migas yang sudah berproduksi. Adapun pembeli saham yang dilepas itu adalah PT Multimedia Nusantara, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom).

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mendapatkan kontrak senilai Rp420,1 miliar dari pembangunan taxiway bandar udara Medan Baru. Kurnadi Gularso, Sekretaris Perusahaan, Adhi Karya mengatakan dalam proyek tersebut perseroan bekerja sama dengan Duta Graha Indah dengan porsi masing-masing 65% dan 35%.

"Waktu pelaksanaan proyek tersebut selama 450 hari kalender, dengan lingkup pekerjaan rigid pavement untuk taxiway dan paved shoulder, drainase, sub drain, dan cable duct," ujarnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia kemarin.

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menaikkan nilai emisi sukuk ijarah menjadi Rp200 miliar dengan tambahan alokasi Rp50 miliar yang dijamin secara kesanggupan terbaik. Emisi sukuk itu telah memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 29 Juni 2009.

Sukuk ini terdiri dalam dua seri, seri A Rp60 miliar akan jatuh tempo pada 7 Juli 2011, sedangkan seri B Rp90 miliar akan jatuh tempo pada 7 Juli 2012. "Bilamana jumlah dalam kesanggupan terbaik itu tidak terjual sebagian atau seluruhnya, perseroan tidak wajib menerbitkannya," tulis manajemen dalam prospektusnya kemarin.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika