
JAKARTA (bisnis.com): PT Adaro Energy Tbk (ADRO) pada tahun lalu mencapai volume penjualan 41,4 juta ton batu bara, naik tipis 0,8% dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya 41,1 juta ton.
Berdasarkan informasi dari Adaro kepada Bursa Efek Indonesia tadi malam disebutkan volume produksi emiten batu bara itu hanya naik 5,5% dari 38,5 juta ton pada 2008 menjadi 40,6 juta ton pada tahun lalu.
Kenaikan volume produksi batu bara itu di tengah pelemahan ekonomi global yang diikuti oleh penurunan permintaan untuk batu bara dalam semester I/2009. Seiring dengan pemulihan pasar yang terjadi
secara bertahap di semester II/2009, fokus Perusahaan beralih ke peningkatan produksi dalam rangka memenuhi permintaan pasar dan mengkompensasi volume produksi yang rendah di semester pertama 2009.
Pada kuartal IV/2009, Adaro membukukan pertumbuhan produksi batu bara 24,3% dari 9,76 juta ton pada kuartal IV/2008 menjadi 12,13 juta ton. Volume penjualan naik 22,16% dari 10,16 juta ton pada kuartal IV/2008 menjadi 12,45 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »