Bisnis Indonesia Online


Jumat, 14/09/2007 10:39 WIB

PT Indofarma Tbk
Berbisnis dan 'beramal' dengan obat murah

oleh : Tim Bisnis Indonesia

Produsen obat yang telah berdiri sejak 1918 ini tengah gencar mempromosikan produk barunya, obat murah yang dijual dengan harga Rp1.000 per strip. Obat yang diklaim sebagai sumber pemasukan perseroan dan juga bagian dari tanggung jawab sosial PT Indofarma Tbk kepada masyarakat.

Mantan Dirut Indofarma M. Syamsul Arifin, yang kini menjabat sebagai Dirut PT Kimia Farma Tbk, mengatakan obat bebas (OTC) yang diproduksi dengan harga jual murah tersebut dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat yang berminat menjadi pengecer obat itu.

"Kami berikan kepada desa-desa tertinggal dan obat tersebut dapat dijual oleh masyarakat sehingga memberikan pemasukan bagi mereka," katanya.

Sebanyak 12 jenis obat murah yang telah diproduksi Indofarma diharapkan juga dapat membantu masyarakat untuk mengatasi problem tingginya biaya pengobatan bila harus langsung ke dokter.

Sebagai perusahaan berstatus BUMN yang telah menjadi perusahaan publik sejak 2001, keterbukaan Indofarma tidak diragukan. Namun sayang, transparansi memang tidak selalu sejalan dengan kinerja perseroan.

Sepanjang paruh pertama tahun ini, Indofarma mengalami rugi usaha Rp5,8 miliar dan rugi bersih Rp5,9 miliar. Namun tahun lalu perseroan berhasil mengantongi laba bersih Rp15,2 miliar, naik dari Rp9,6 miliar pada 2005. (yes)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • 3 Emiten gelar RUPSLB jelang libur
  • Bukaka berharap soal utang selesai 2009
  • Bukaka harapkan sepakat dengan kreditor
  • IGM dijual untuk renovasi pabrik Indofarma

Komentar

#1 - Siapa Mau Berinvestasi Di Perum Perhutani KPH Malang ?

Yang Terhormat : DIREKTUR INDOFARMA INDOFARMA Sebagai perusahaan berstatus BUMN yang telah menjadi perusahaan publik sejak 2001, keterbukaan Indofarma tidak diragukan. Namun sayang, transparansi memang tidak selalu sejalan dengan kinerja perseroan. Sepanjang paruh pertama tahun ini, Indofarma mengalami rugi usaha Rp5,8 miliar dan rugi bersih Rp5,9 miliar. Namun tahun lalu perseroan berhasil mengantongi laba bersih Rp15,2 miliar, naik dari Rp9,6 miliar pada 2005. DARI PERNYATAAN tersebut mungkinkah Indofarma berinvestasi Di Kawasan Hutan KPH Malang, misalnya membuat tanaman obat obatan di Kawasan hutan yang juga difungsikan menjadi Kawasan Wisata Obat-obatan ??? Semoga bisa menjadi bahan Perimbangan Tim Pengembangan Indofarma, Amin Humas KPH Malang

Gatot Sulis Wardoyo - Malang / Indonesia @ 01/10/2007 - 16:08 WIB dari 125.164.98.1 (1.subnet125-164-98.speedy.telkom.net.id)

Beri Komentar