Bisnis Indonesia Online
Jumat, 14/09/2007 10:04 WIB
PT Thiess Indonesia
Enggan banting harga meski banyak pesaing
oleh : Tim Bisnis Indonesia
Kiprah PT Thiess Indonesia di Tanah Air diawali pada era 1970-an. Salah satu perusahaan penanaman modal asing itu pada awalnya mengantungi izin jasa konstruksi. Thiess kemudian melebarkan sayap bisnis ke bidang pertambangan umum seperti penambangan batu bara dan proyek perminyakan.
Kini hampir 80% usahanya bergerak di bidang pertambangan umum dan 20% konstruksi. Meski membutuhkan modal besar, potensi pertambangan di Indonesia membuat perusahaan induk Thiess di Australia menyiapkan cadangan modal sekitar US$100 juta.
Cadangan modal dari perusahaan induk itu juga yang mendorong Thiess tidak tertarik menjadi perusahaan terbuka. Tuntutan perbaikan sistem dan transparansi dilakukan dengan mengadopsi tata kelola yang dilakukan perusahaan induk.
Thiess termasuk salah satu pemain lama dan perusahaan terbesar di bidang konstruksi. Kedatangan pemain baru di bisnis yang sama, tidak menyurutkan langkah Thiess untuk tetap menjanjikan kualitas dan jaminan kelangsungan proyek apabila kesalahan perhitungan dilakukan perusahaan itu dan bukan klien.
Thiess mampu menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja dari jumlah itu hanya sekitar 150 orang tenaga kerja asing. Sebagian tenaga kerja lokal yang direkrut merupakan hasil dari kerja sama pendidikan yang dikembangkan Thiess dengan beberapa perguruan tinggi di Australia. (luz)
bisnis.com
Berita Lain
- 'Saham TLKM dan INTP berpotensi bullish'
- Tunas Baru realisasi buyback Rp4,05 miliar
- Kalbe Farma buyback 74 juta lembar saham
- Buyback Semen Gresik capai Rp192,68 miliar
- Buyback Semen Gresik capai Rp192,68 miliar