Bisnis Indonesia Online


Jumat, 27/06/2008 14:25 WIB

Rizal Ramli dicopot sebagai Komut Semen Gresik

oleh : Siti Munawaroh

 JAKARTA (bisnis.com): Mantan Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Keuangan di era pemerintahan Abdurahman Wahid, Rizal Ramli, menegaskan badan usaha milik negara (BUMN) seharusnya steril dari kepentingan politik pemerintah.

Penegasan itu sebagai respons atas pencopotan dirinya sebagai Komisaris Utama PT Semen Gresik Tbk yang selanjutnya digantikan oleh Deddy Aditya Sumanegara, mantan Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk.

Hari ini, para pemegang saham PT Semen Gresik Tbk dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) sepakat mencopot Rizal Ramli dan menyetujui susunan komisaris perseroan yang baru.

"Saya tidak menyesali, hanya menyayangkan. Masih banyak intervensi politik dalam pengelolaan BUMN. Pencopotan kami sebagai Komisaris Utama justru merupakan langkah yang tidak etis dan tidak profesional dari pemerintahan SBY," katanya seusai RUPSLB di Hotel Gren Melia, siang ini.

Rizal mengklaim selama kepemimpinannya sebagai komisaris utama, terjadi peningkatan kinerja yang cukup signifikan di tubuh Semen Gresik. Dalam RUPSLB, Semen Gresik mengungkapkan selama kuartal I/2008 laba bersih mencapai Rp515 miliar atau naik 56% dibandingkan dengan kuartal I/2007.

"Mungkin tidak profesional karena dinilai suka memberikan pendapat yang berbeda tentang ekonomi Indonesia. Tapi menurut kami, itu sangat etis kok karena memberikan alternatif supaya rakyat kita ini bisa hidup lebih baik," tukasnya.

Sementara itu, Deputi Menteri Negara (Menneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Telekomunikasi, Pertambangan, dan Industri Strategis Roes Arjawijaya menolak berkomentar lebih lanjut mengenai pencopotan Rizal.

Di lain sisi, Dirut Semen Gresik Dwi Soetjipto mengatakan penggantian Rizal Ramli dari posisi komisaris utama yang selanjutnya digantikan Deddy Aditya merupakan keinginan pemegang saham.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Bakrie : Belum ada pembicaraan beli saham Fren
  • Laba bersih Adhi Karya 2008 ditargetkan naik 52,5%
  • RUPS Asuransi Ramayana bahas saham bonus
  • Bursa Efek cabut saham Bahtera hari ini

Komentar

#1 - wajar

adalah wajar pergantian seorang yang menjadi dalang kerusuhan bbm...

wondo - new york @ 27/06/2008 - 16:33 WIB dari 125.161.137.181 (181.subnet125-161-137.speedy.telkom.net.id)

Beri Komentar