Bisnis Indonesia Online
Selasa, 19/08/2008 13:52 WIB
Barito akan beli 51% saham Star Energy Rp5,1 triliun
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bloomberg): PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berencana membeli 51% saham PT Star Energy tahun ini senilai Rp5,1 triliun (US$555 juta) yang ditargetkan rampung akhir tahun ini.
Realtions Manager Barito Agustino Sudjono mengatakan perseroan berencana menambah bisnisnya pada sektor minyak dan gas sehingga memutuskan mengakuisisi Star Energy. Pihaknya akan mencari pinjaman untuk membayar pembelian ini.
Rencana akuisisi ini merupakan yang kedua bagi Barito dalam setahun ini setelah perseroan membeli 76% saham PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) pada Juni. Barito yang berkantor pusat di Jakarta dengan operasional perkayuannya di Kalimantan, mulai memasuki industri petrokimia dengan mengakuisisi PT Chandra Asri pada Desember tahun lalu.
"Akuisisi akan langsung mendongkrak aset perusahaan. Pada tahun lalu perusahaan masih berkutat pada industri perkayuan, selanjutnya merambah petrochemicals. Masuk ke minyak dan gas tampaknya keputusan yang terlalu cepat," kata Lanang Trihardian, analis PT Syailendra Capital di Jakarta.
Sudjono mengatakan Barito berencana membeli minyak dari Star Energy untuk menjaga stabilitas margin ditengah fluktuasi harga minyak mentah dunia. Minyak merupakan bahan mentah untuk produk petrokimia.
Harga saham Barito naik 10 poin menjadi Rp1.390 di Bursa Efek Indonesia pukul 13.37 WIB, namun pada pagi tadi sempat menyentuh Rp1.410.
Namun harga ini masih jauh dari harga perdana Rp7.200 dengan modal dasar Rp3 triliun dan modal disetor Rp1,4 triliun.
Pemegang saham perseroan terbesar PT Magna Resources Corporation sebanyak 52% per 30 Juni 2008 disusul Commerzbank (SEA) TST Acct CLI 7% per 30 Juni 2008 dari sebelumnya 21% pada 31 November 2007. Whistler Petrochemical Corpora 12% per 30 November 2007, dan PT Barito Pacific Lumber serta PT Tunggal Setia Pratama masing-masing 9% per 30 November 2007.
bisnis.com
Berita Lain
- Reliance akan fokus online trading
- Bapepam minta kejelasan Bakrie & Brothers
- BEI coret pencatatan Bank UOB Buana
- Analis: Jual saham BUMI karena masih tertekan
- Asuransi Harta rombak susunan dewan komisaris