Bisnis Indonesia Online


Rabu, 20/08/2008 10:55 WIB

Bakrie & Brothers bantah sahamnya berkurang di Bumi

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menyangkal bahwa perseroan mengurangi kepemilikan sahamnya di PT Bumi Resources Tbk menjadi 7,44% yang beralih ke Bank Danamon.

Direktur Bakrie & Brothers Dileep Srivastava kepada Bloomberg mengatakan pengurangan saham itu digunakan untuk kolateral utang senilai US$300 juta dari JPMorgan Chase & Co dan ICICI Bank Ltd. PT Bank Danamon Indonesia (BDMN) bertindak sebagai kustodian dari kolateral untuk pinjaman itu.

"Berkurangnya kepemilikan saham ini bukan berarti kepemilikan berubah. Bakrie & Brothers masih memiliki lebh dari 35% saham BUMI," kata Srivastava.

Kepemilikan Bank Danamon di BUMI itu terungkap dalam laporan Biro Administrasi Efek PT Ficomindo Buana Registrar periode 18 Juli-21 Juli kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin. Padahal, surat pemberitahuan mengenai kepemilikan itu kepada Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan tertanggal 1 Agustus 2008.

Ficomindo juga mengungkapkan kepemilikan PT Bakrie & Brothers Tbk di BUMI berkurang menjadi 6,75% saham pada 4 Agustus-8 Agustus dari sebelumnya 7,44% saham atau 1,44 miliar saham.

Padahal, Bakrie & Brothers semula menguasai 3,02 miliar saham atau mewakili 15,55% dari total modal yang disetorkan Bumi sebanyak 19,4 miliar saham.

Namun, hal itu dibantah oleh Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Yuanita Rohali. Menurut dia, kepemilikan perseroan atas Bumi tidak pernah berkurang dari level semula sebesar 35%. "Tetap 35%. Yang berpindah hanya kustodiannya. Bank Danamon hanya bertindak sebagai kustodian dari lender [kreditor]," tuturnya saat dihubungi Bisnis, kemarin.

Harga saham BNBR naik Rp20 menjadi Rp330 pada pukul 10.51 WIB di Bursa Efek Indonesia. Harga ini masih jauh dari level tertingginya selama 2008 yakni Rp717 pada 5 Februari dan terendah Rp270 pada 12 Agustus dengan harga rata-rata Rp518.

Harga BUMI juga terdongkrak naik Rp175 menjadi Rp5.125 dengan level tertingginya sepanjang 2008 Rp8.750 pada 10 Juni dan terendah Rp4.700 pada 22 Januari. Sementara harga BDMN tidak bergerak pada level Rp5.250.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Suspensi saham Infoasia diperpanjang
  • 3 Emiten gelar RUPSLB jelang libur
  • Bukaka berharap soal utang selesai 2009
  • Bukaka harapkan sepakat dengan kreditor

Komentar

Beri Komentar