Bisnis Indonesia Online


Rabu, 20/08/2008 13:16 WIB

Bursa Efek awasi transaksi saham Truba

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengawasi perkembangan harga dan aktivitas transaksi saham PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) yang dinilai di luar kebiasaan dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Dalam pengumuman BEI Rabu, 20 Agustus 2008, yang ditandatangani Dirut Erry Firmansyah dan Direktur Justitia Tripurwasani, bursa meminta konfirmasi perseroan terkait aktivitas transaksi saham TRUB di luar kebiasaan ini atau unusual market activity.

Untuk itu, bursa meminta investor memperhatikan jawaban dan kinerja perseroan. Selain itu, mengkaji kembali rencana corporate action Truba jika belum mendapat persetujuan RUPS.

Atas adanya aktivitas tidak wajar ini direksi Truba sudah mengajukan ke bursa agar transaksi sahamnya di suspend (dihentikan sementara).

Namun, bursa menolak permintaan Truba meskipun harga saham itu terus terjun bebas ke posisi terendah tahun ini.

Harga saham berkode TRUB pukul 13.11 WIB akhirnya naik Rp85 menjadi Rp525 setelah kemarin tergerus 13,73% atau Rp70 ke level Rp440 per saham atau anjlok 37% sejak awal tahun. Angka ini merupakan level harga terendah sepanjang 2008.

Sekitar 72% dari pendapatan Truba disumbang oleh bisnis teknik, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC).

Head of Investor Relations Truba Gamala Virasa Katoppo mengatakan perseroan sudah mengajukan permohonan penyetopan sementara perdagangan saham kepada otoritas bursa.

Permohonan itu dibuat dalam rangka menjaga harga saham di pasar sekaligus menanggapi permintaan otoritas bursa, yang mencari tahu penyebab penurunan harga saham TRUB.

Sayangnya, bursa memutuskan untuk tidak menyetop perdagangan saham Truba. "Dalam surat jawabannya, otoritas bursa menyatakan belum dapat melakukan suspend karena menurut mereka kami telah menyampaikan seluruh informasi yang diperlukan kepada publik," tuturnya saat dihubungi Bisnis, kemarin.

Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito mengatakan belum bisa memenuhi permintaan suspend tersebut karena semua rencana rights issue sudah diumumkan. "Kami sudah menjawab surat dari Truba pada Jumat," katanya.

Emiten itu berencana menerbitkan 4,19 miliar saham baru (rights issue) pada harga Rp900 per saham guna memperoleh dana segar Rp3,78 triliun. Perusahaan konstruksi pembangkit listrik itu akan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang 100 saham Truba untuk membeli sebanyak 27 saham baru.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Bumi siapkan Rp8,25 triliun untuk buyback
  • Adhi Karya incar pendapatan Rp6,7 triliun
  • Kewajiban Japfa melonjak setelah akuisisi
  • 'Suspensi saham Bank Century diharapkan redam gejolak'

Komentar

Beri Komentar