Bisnis Indonesia Online
Selasa, 26/08/2008 15:48 WIB
Bakrie : Belum ada pembicaraan beli saham Fren
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Manajemen PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menyatakan belum ada pembicaraan mengenai rencana PT Global Mediacom Tbk menjual saham Fren kepada Esia.
"Hingga kini belum ada konfirmasi apa-apa. Mengenai kemungkinan kedepannya, kami belum bisa berspekulasi," kata VP Corporate Communications Bakrie Telecom Nadia Diposandjoyo kepada Bisnis hari ini.
Dia juga enggan berkomentar mengenai manfaat yangd apat diperoleh jika benar terjadi pengambilalihan saham anak perusahaan Global Mediacom yang akan dilepas adalah PT Mobile-8 Telecom Tbk, penyedia jasa telepon Fren, kepada Bakrie Telecom, operator seluler berbasis code division multiple access (CDMA) Esia.
Sebelumnya Presiden Grup dan CEO Global Mediacom Tbk Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo mengatakan perseroan secara bertahap akan menjual saham anak perusahaannya yang memiliki kegiatan di luar bisnis media.
"Kami mengkaji untuk fokus ke bisnis inti, yaitu media. Anak perusahaan yang di luar bisnis media akan kami lepas," ujar Presiden Grup dan CEO Global Mediacom Tbk Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo kepada koran Bisnis Indonesia.
Namun, dia tidak bersedia berkomentar mengenai penjualan saham Mobile-8 kepada Bakrie Telecom.
Sebagai langkah awal divestasi Mobile-8, Global Mediacom pada awal bulan ini melepas 15,8% saham atau 3,19 miliar saham-operator Fren ke pasar pada harga Rp143 per saham dengan nilai Rp457,54 miliar. Dengan demikian, kepemilikan Global Mediacom berkurang dari 66,8% menjadi 51%.
Harga saham BTEL sore ini naik Rp25 menjadi Rp285 dengan volume transaksi 254.818 lembar saham senilai Rp35,18 miliar. Saham Global Mediacom berkode BMTR juga naik Rp10 menjadi Rp335 dengan volume transaksi 2.078 lembar saham senilai Rp345 juta.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Bursa Efek awasi saham BISI
- 'Saham TLKM dan INTP berpotensi bullish'
- Tunas Baru realisasi buyback Rp4,05 miliar
- Kalbe Farma buyback 74 juta lembar saham
- Buyback Semen Gresik capai Rp192,68 miliar