Bisnis Indonesia Online
Rabu, 27/08/2008 12:19 WIB
Saham Central Korporindo masuk pengawasan bursa
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): PT Central Korporindo International Tbk (CNKO) masuk dalam daftar saham yang transaksinya diluar kebiasaan (unusual market activity) Bursa Efek Indonesia mulai hari ini, Rabu, 27 Agustus 2008.
Dalam pengumuman BEI yang dirilis hari ini, saham CNKO dinilai mengalami peningkatan harga dan aktivitas transaksi yang di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya.
Dirut BEI Erry Firmansyah mengatakan bursa telah meminta konfirmasi kepada perusahaan pada 19 Agustus 2008. Atas dasar konfirmasi tersebut, bursa mengumumkan konfirmasi ini melalui penguuman bursa.
Sehubungan dengan terjadinya unusual market activity atas saham CNKO tersebut, bursa saat ini sedang mencermati perkembangan harga dan aktifitas transaksi saham ini.
Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa. Mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya. Mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan apabila rencana tersebut belum mendapat persetujuan RUPS. Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul dikemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sebelumnya, kemarin, Selasa 26 Agustus 2008, manajemen Central Korporindo memberikan konfirmasinya ke bursa perihal penjelasan atas volatilitas transaksi saham CNKO.
Konfirmasi yang ditandatangani Corporate Secretary Central Korporindo Jafar Chan mengatakan suratnya merujuk permintan penjelasan olh BEI melalui surat tanggal 19 Agustus 2008 tentang volatilitas saham CNKO pada periode 19 Agustus 2008. Volatilitas itu menyebabkan penurunan harga saham sebesar 25,5%, kenaikan volume transaksi sebesar 11.333.5000 dan kenaikan frekuensi sebesar 232.
Perseroan, lanjut Jafar, selain tertundanya rencana pelaksanaan RUPSLB perseroan, maka pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lain yang dapat memengaruhi nilai efek pperusahaan atau keputusan investasi pemodal.
"Perseroan juga sejauh ini tidak mengetahui adanya aktifitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana yang diaturs dalam peraturan Bapepam Kep.82/1996," kata Jafar.
Perseroan sebelumnya dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia mengumumkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 15 September 2008. Agenda yang akan diusung salah satunya penggantian susunan direksi dan komisari perseroan.
Selain itu, perusahaan yang sahamnya tercatat di papan pengembangan BEI ini, berencana melaksanakan penawaran umum terbatas II dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (PUT II).
Agenda lainnya yakni meminta persetujuan untuk melaksanakan transaksi-transaksi yang termasuk dalam kategori transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama sebagaimana diungkapkan dalam prospektus PUT II perseroan.
Perusahaan yang bergerak pada pertambangan batu-batuan ini juga berencana meningkatkan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor disamping ingin melakukan perubahan maksud dan tujuan perseroan.
Mayoritas sahamnya dipegang PT Saibatama Internasional Mandiri 25,28% periode Juni 2008, disusul Sherin Ku Siew Wah 9,82% periode Juni 2008, dan Danny Tanoto 6,41% pada 30 Juni 2008.
Harga saham CNKO pada penutupan siang ini di Bursa Efek Indonesia terkoreksi Rp5 menjadi Rp118.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Bursa Efek awasi saham BISI
- 'Saham TLKM dan INTP berpotensi bullish'
- Tunas Baru realisasi buyback Rp4,05 miliar
- Kalbe Farma buyback 74 juta lembar saham
- Buyback Semen Gresik capai Rp192,68 miliar