Bisnis Indonesia Online
Jumat, 29/08/2008 11:42 WIB
Laba bersih Antam semester I anjlok 49%
oleh : M. Munir Haikal
JAKARTA (Bisnis.com): PT Aneka Tambang Tbk mengumumkan penurunan laba bersih perusahaan sebesar 49% menjadi Rp1,465 triliun dan laba bersih per saham dasar (earnings per share/EPS) sebesar Rp153,61 untuk semester I/2008.
Ernst & Young, auditor eksternal perusahaan, melakukan review terbatas pada laporan keuangan semester I/2008 Antam.
Laba bersih pada semester I/2008 perusahaan itu turun 49% dibandingkan capaian semester I/2007 dengan nilai laba bersih Rp2,873 triliun dan EPS Rp301,24. Penurunan laba bersih disebabkan oleh melemahnya harga nikel seiring dengan lesunya permintaan global serta kenaikan biaya, menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta material. Adanya rugi kurs senilai Rp95 miliar juga menurunkan tingkat laba bersih.
Direktur Utama Antam Alwin Syah Loebis mengatakan laba bersih semester I/2008 sebesar Rp1,465 triliun, atau turun cukup signifikan dibandingkan laba bersih semester I/2007 senilai Rp2,873 triliun.
“Hal ini disebabkan penurunan harga komoditas utama kami, yakni nikel. Kami telah menempatkan program penghematan biaya sebagai prioritas utama. Kami berencana untuk menurunkan anggaran perusahaan sebesar 10% tahun ini. Selain itu, kami juga mempercepat program konversi energi dan berharap studi kelayakan penggunaan batu bara sebagai energi pembangkit listrik dapat diselesaikan pada akhir tahun,” paparnya, hari ini.
Dia menuturkan Antam meningkatkan target penjualan feronikel pada 2008 menjadi 18.000 ton nikel dalam feronikel (Tni) dari level semula sebesar 17.000 Tni.
“Pendapatan Antam pada semester pertama 2008 turun 7% menjadi Rp5,570 triliun, terutama disebabkan penurunan harga jual nikel, meski Antam membukukan peningkatan volume penjualan seiring dengan kenaikan produksi feronikel dan emas.”
Volume penjualan feronikel pada semester I/2008 naik 18% menjadi 8.570 Tni dibandingkan volume penjualan pada semester I/2007 yang mencapai 7.268 TNi. Volume penjualan ini termasuk 748 TNi yang dijual berdasarkan perjanjian toll smelting. Pendapatan dari feronikel tercatat Rp2,164 triliun pada semester I/2008, turun 17% dibandingkan nilai penjualan semester I/2007 yang tercatat Rp2,594 triliun.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- 'Saham TLKM dan INTP berpotensi bullish'
- Tunas Baru realisasi buyback Rp4,05 miliar
- Kalbe Farma buyback 74 juta lembar saham
- Buyback Semen Gresik capai Rp192,68 miliar
- Buyback Semen Gresik capai Rp192,68 miliar