Bisnis Indonesia Online


Jumat, 29/08/2008 13:44 WIB

Laba bersih Indofood melejit 125%

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Laba bersih PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) semester I 2008 melejit 125,35% menjadi Rp827,45 miliar dari Rp367,18 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dirilis hari ini untuk periode semester pertama tahun 2008 yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2008 lonjakan laba bersih ini ditopang kenaikan penjualan bersih konsolidasi semester I 2008 sebesar 53,8% menjadi Rp18,92 triliun dari Rp12,30 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kelompok Usaha Strategis (Grup) Produk Konsumen Bermerek yang terdiri dari divisi Mi Instan, Penyedap Makanan, Makanan Ringan serta Nutrisi dan Makanan Khusus, membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 30,3%. Grup Bogasari, Agribisnis dan Distribusi mencatatkan pertumbuhan penjualan masing-masing sebesar 42,3%, 137,4%, dan 28,5%.

Laba kotor meningkat 88,9% menjadi Rp4,87 triliun, terutama karena peningkatan penjualan dari seluruh grup. Marjin laba kotor naik menjadi 25,8% dari 21.0%. Laba usaha tumbuh 159,4% menjadi Rp2,58 triliun, dan marjin laba usaha meningkat menjadi 13,6% dari 8,1%.

Core profit juga meningkat menjadi Rp842,29 miliar dari Rp383,43 miliar, gross dan net gearing rasio masing-masing sebesar 1,86 dan 1,22 kali.

"Tingginya tingkat inflasi yang disebabkan oleh meningkatnya harga komoditas dan bahan bakar minyak pada semester pertama tahun ini memengaruhi daya beli konsumen khususnya segmen menengah ke bawah. Hal ini mengakibatkan penurunan permintaan atas produk-produk konsumen bermerek untuk segmen ini," kata Anthoni Salim, Presiden Direktur dan CEO Indofood dalam siaran persnya yang diterima Bisnis hari ini.

Salim menambahkan Indofood sebagai perusahaan makanan olahan terkemuka di Indonesia, senantiasa berkomitmen untuk menyediakan produk-produk berkualitas dengan harga yang terjangkau kepada pelanggan di seluruh Indonesia.

"Kami terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi guna memberikan pelayanan dan produk serta kinerja yang lebih baik kepada stakeholder,” ujar Anthoni Salim, Presiden
Direktur dan CEO Indofood.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk adalah perusahaan makanan olahan terkemuka di Indonesia dengan empat kelompok usaha strategis yakni Produk Konsumen Bermerek, Bogasari, Agribisnis dan Distribusi. Salim menambahkan warisan Indofood terbesar saat ini adalah kekuatan merek-merek yang dimilikinya, bahkan banyak di antara merek tersebut telah melekat di hati masyarakat Indonesia selama hampir dua dekade.

Beberapa merek mi instan yang menjadi andalan yakni Indomie, Supermi dan Sarimi. Tepung terigu (Segitiga Biru, Kunci Biru dan Cakra Kembar). Minyak goreng (Bimoli), margarin (Simas) dan shortening (Palmia).

"Merek-merek Indofood senantiasa menjadi pemimpin pasar di masing-masing segmennya, dan dikenal atas produknya yang berkualitas dengan harga terjangkau," kata Salim.

Harga saham Indofood berkode INDF di Bursa Efek Indonesia siang ini pukul 13.45 WIB melejit 6,45% atau Rp135 menjadi Rp2.225 dengan volume transaksi 89.255 lembar saham senilai Rp97,86 miliar dengan 2.168 kali berpindah tangan.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • 3 Emiten gelar RUPSLB jelang libur
  • Bukaka berharap soal utang selesai 2009
  • Bukaka harapkan sepakat dengan kreditor
  • IGM dijual untuk renovasi pabrik Indofarma

Komentar

Beri Komentar