Bisnis Indonesia Online


Kamis, 04/09/2008 14:46 WIB

Anak perusahaan Adaro dapat utangan Rp2,76 triliun

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Anak perusahaan PT Adaro Energy Tbk, Saptaindra Sejati (SIS), mendapat pinjaman senilai US$300 juta (Rp2,76 triliun) berjatuh tempo 30 Juni 2.013.

Direktur dan Skretaris Perusahaan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Andre J. Mamuaya dalam surat keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia hari ini mengatakan pinjaman untuk anak perusahaannya itu bertujuan untuk melinasi seluruh pinjaman SIS termasuk kewajiban leasing.

Selain itu untuk membiayai pembelanjaan modal (capital expenditure/capex) serta untuk membiayai modal kerja.

Bertindak sebagai mandated lead arrangers yakni Australia New Zealand Banking droup Limited Caylon, Standard Chartered Bank, DBS Bank Limited, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), United Overseas Bank (UOB) Limite, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd, cabang Singapura, Oversea Chinese Banking Corporation (OCBC) Lilited dan Bank Ekspor Indonesia, serta Bank Mandiri, cabang Singapura.

Bertindak sebagai facility agent yakni SMBC, cabang Singapura dan common security agent PT ANZ Panin Bank dan account bank di DBS Bank Ltd dan PT Bank DBS Indonesia.

Adaro Energy berfungsi sebagai penjamin dengan jaminan berupa seluruh aktiva SIS, anak perusahaannya yang bergerak di bidang penambangan batu bara, termasuk alat berat dan tagihan. Selain itu rekening SIS, assignment of contracts, assignment seluruh hak atas klaim asuransi, dan subornidasi pinjaman pemegang saham.

Suku bunga atas pinjaman ini ditetapkan LIBOR +2,60% untuk WHT Lenders (kreditur selain WHT Neutral Lenders). LIBOR +2,7% untuk WHT Neutral Lenders (bank yang membukukan pinjaman dengan tujuan membayar corporate income tax atau kantor cabang dari bank yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia untuk memperoleh domisili pajak Indonesia. Margin dari tingkat suku bunga tersebut dapat berubah sesuai dengan rasio total pinjaman berbanding EBITDA.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Bumi siapkan Rp8,25 triliun untuk buyback
  • Adhi Karya incar pendapatan Rp6,7 triliun
  • Kewajiban Japfa melonjak setelah akuisisi
  • 'Suspensi saham Bank Century diharapkan redam gejolak'

Komentar

Beri Komentar