Bisnis Indonesia Online
Jumat, 05/09/2008 14:37 WIB
Intiland kembangkan Industrial Park ke-2
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): PT Intiland Development Tbk (Intiland) akan mengembangkan Ngoro Industrial Park (NIP) tahap 2 seluas 240 hektar di Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur.
"NIP tahap kedua ini kami kembangkan karena sejak pertengahan tahun 2008 kami mendapatkan banyak permintaan dari para investor yang mencari lahan perindustrian. Investor ini kebanyakan berasal dari Taiwan, Korea dan China," ujar Theresia Rustandi, Corporate Secretary Intiland hari ini melalui siaran persnya yang diterima Bisnis.
NIP tahap kedua ini akan dikembangkan secara bertahap. "Tahap awal akan kami kembangkan seluas 100 hektar dulu dan akan mulai dikerjakan akhir tahun 2008," jelas Wihardi Hosen, General Manager NIP.
Untuk pengembangan lahan tersebut, diperlukan dana sekitar US$2 juta. "Sebagian dari dana yang diperlukan tersebut berasal dari operating cashflow NIP sendiri. Kami juga tetap mengeksplorasi segala kemungkinan sumber pendanaan yang terbaik untuk NIP," tambah Theresia.
NIP sudah dikembangkan oleh Intiland sejak tahun 1992. NIP tahap pertama seluas 220 hektar merupakan kerjasama antara Intiland dengan RSEA Taiwan.
"Tahap pertama ini sudah boleh dibilang hampir selesai. Dengan meningkatnya permintaan investor akhir-akhir ini, maka tahap kedua pun dikembangkan. Keseluruhan total luas lahan NIP jika tahap pertama dan kedua digabungkan adalah 460 hektar," jelas Wihardi.
NIP didesain sebagai kawasan industri yang modern dan lengkap dengan infrastruktur dan fasilitas yang mendukung kebutuhan industri.
"Keunggulan utama dari NIP adalah pada tersedianya sumber energi gas alam sehingga penggunaan energi di NIP bisa sangat efisien terutama bagi investor yang memang sangat memerlukan energi dalam pengelolaan industrinya. Hal ini merupakan angin segar mengingat energi listrik masih menjadi persoalan bagi kita," tambah Wihardi.
Selain kekayaan gas alam, NIP juga dilengkapi dengan fasilitas standar seperti tenaga listrik, sumber air, telepon dan waste water treatment plant (pengelolaan limbah industri). Untuk keamanan, NIP dilengkapi dengan petugas keamanan yang terlatih. Pos polisi juga ada di dalam wilayah NIP sehingga meningkatkan standar keamanan di seluruh kawasan.
"Kami juga memikirkan kebutuhan dari para pekerja di NIP, maka di NIP juga dikembangkan guest house, ruko, fasilitas olahraga outdoor, kantin, bank, klinik serta ruang perkantoran.
Saat ini, NIP menjual lahan industri kepada investor dengan luas minimum 5.000 meter persegi. Selain itu NIP juga menyewakan standard factory building/warehouse dengan luas antara 1.000 - 5.000 meter persegi.
"Saat ini sudah beroperasi lebih dari 60 industri dari berbagai negara di NIP. Kebanyakan adalah dari Inggris, Belanda, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Swiss dan Taiwan dengan jenis industri terutama keramik, pemrosesan tembakau, industri makanan, perkayuan, sanitary ware, gitar elektrik, kantong kertas, kabel, perhiasan, produk kebersihan, serta produk kimia," tambah Wihardi.
Presiden Direktur Intiland Lennard Ho mengungkapkan pada semester I 2008, perseroan membukukan laba bersih Rp28,48 miliar, atau melonjak 169% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,57 miliar. Laba usaha juga tumbuh dua kali lipat menjadi Rp63,37 miliar, sementara pendapatan usaha naik 61,46%, dari Rp137,11 miliar tahun lalu menjadi Rp221,38 miliar.
Lennard Ho menjelaskan membaiknya kontribusi penjualan dari anak usaha menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan laba. Nilai penjualan dari sektor perumahan naik 96,73% menjadi Rp165,27 miliar. Kontribusi terbesar masih berasal dari penjualan perumahan di Taman Semanan Indah, Jakarta dan Graha Famili Surabaya.
"Kami berhasil melalui proses transformasi perusahaan dengan sangat baik pada enam bulan pertama tahun ini. Seluruh unit usaha berhasil mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya. Hal ini menumbuhkan rasa optimisme kami untuk menghasilkan kinerja yang jauh lebih baik di masa depan dan tetap berkomitmen untuk berada pada jalur pertumbuhan jangka panjang serta meningkatkan keuntungan," kata Lennard.
Menurut Lennard, membaiknya kinerja ini merupakan hasil dari perubahan strategis Intiland untuk terus fokus pada upaya mentransformasikan grup dan menetapkannya pada jalur pertumbuhan jangka panjang yang berkesinambungan.
bisnis.com
Berita Lain
- Bursa Efek awasi saham BISI
- 'Saham TLKM dan INTP berpotensi bullish'
- Tunas Baru realisasi buyback Rp4,05 miliar
- Kalbe Farma buyback 74 juta lembar saham
- Buyback Semen Gresik capai Rp192,68 miliar