Bisnis Indonesia Online
Jumat, 26/09/2008 10:32 WIB
Akusisi final, saham BII di suspend hari ini
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) PT Bank International Indonesia Tbk (BII) di seluruh pasar pada hari ini, Jumat, 26 September 2008 untuk Sesi I Perdagangan setelah akusisi di finalisasi.
Kepala Divisi Pencatatan Sektor Jasa BEI Umi Kulsum dan Kepala Divisi Perdagangan Saham Supandi mengatakan keputusan suspensi saham berkode BNII ini terkait adanya surat dari Malayan Banking Berhad (Maybank) hari ini terkait finalisasi akusisi saham BII.
"Surat Maybank hari ini perihal informasi terkait rencana akuisisi saham Sorak Fiancial Holdings Pte sebagai pemegang mayoritas saham BII. Agar informasi ini tersebar merata, maka bursa memutuskan untuk menghentikan sementara saham BNII untuk sesi I hari ini," kata Umi Kalsum dalam pengumumannya hari ini.
Bursa akan membuka perdagangan saham BNII di seluruh pasar pada 26 September sesi II perdagangan di BEI.
Executive Vice President Head Corporate and Strategic Planning Maybank Hazimi bin Kassim mengatakan pihaknya mulai hari ini akan bergabung dengan Fullerton Finnacial Holdings Pte Ltd dan Kookmin Bank setelah mendapat keputusan akhir dari Bank Negara Malaysia.
Maybank mengakuisisi saham BII melalui membeli saham pengendali BII yakni Sorak Financial Holdings Holdings Pte Ltd, yang merupakan konsorsium bentukan Fullerton Financial Holdings Pte Ltd dan Kookmin Bank.
Dalam suratnya hari ini, Kassim mengatakan Maybank mulai hari ini, masa jatuh tempo, pihaknya akan memenuhi akusisi BII sesuai dengan kesepakatan dalam Share Sale Agreement pada 26 Maret 2008.
Sebelumnya Maybank menyatakan Bapepam-LK mengizinkan bank Malaysia terbesar dari segi aset itu, memperpanjang masa penjualan 20% saham PT Bank International Indonesia Tbk (BII) ke pasar setiap tahun.
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyatakan akan memperpanjang batas waktu penjualan kembali 20% saham BII ke pasar pascaakuisisi agar Maybank tidak membukukan kerugian lebih dari 10% nilai investasinya saat membeli BII.
Keputusan itu merupakan ketentuan tambahan terkait dengan peraturan pengambilalihan saham pengendali dan penawaran tender. Perusahaan yang mengakuisisi lebih dari 50% saham perusahaan terbuka wajib melepas kembali 20% saham yang dimilikinya ke pasar dua tahun setelah akuisisi.
Maybank akhirnya sepakat menutup transaksi akuisisi 56,13% saham BII senilai US$1,5 miliar atau setara dengan Rp14,01 triliun (asumsi US$1=Rp9.340) pada hari ini.
Akuisisi akan dilanjutkan segera dengan penawaran tender terhadap 44% saham publik. Dengan asumsi harga penawaran tender Rp510 per saham, Maybank diperkirakan menggelontorkan dana tambahan senilai US$1,2 miliar untuk membeli saham publik.
Hingga 30 Juni 2008, BII tercatat memiliki total aset senilai Rp59,94 triliun, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp54,76 triliun.
Di Bursa Malaysia, saham Maybank ditutup stagnan di level 6,90 ringgit kemarin. Dengan mengacu pada harga saham tersebut, nilai pasar Maybank mencapai 33,68 miliar ringgit atau setara dengan Rp92,01 triliun. Harga saham BNII kemarin ditutup pada level Rp470.
bisnis.com
Berita Lain
- Bursa Efek awasi saham BISI
- 'Saham TLKM dan INTP berpotensi bullish'
- Tunas Baru realisasi buyback Rp4,05 miliar
- Kalbe Farma buyback 74 juta lembar saham
- Buyback Semen Gresik capai Rp192,68 miliar