Bisnis Indonesia Online


Jumat, 26/09/2008 11:28 WIB

Maybank minta negosiasi ulang harga BII

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Malayan Banking Berhad (Maybank) diminta Bank Negara Malaysia untuk menegosiasi ulang harga akusisi PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) dari harga semula US$2,7 miliar akibat gejolak di pasar keuangan.

Maybank, bank terbesar dari sisi aset di Malaysia, juga meminta perpanjangan waktu sejak hari ini untuk melakukan pembayaran. Bank Negara Malaysia (BNM), bank sentralnya, baru akan menyetujui akusisi setelah memperoleh formulasi harga baru.

"BNM meminta Maybank untuk melakukan perjanjian mendapatkan harga baru yang tidak akan memengaruhi fundamental keuangan Maybank. Untuk itu pihaknya meminta perpanjangan waktu sejak hari ini untuk menuntaskan akusisi sesuai Share Sale Agreement pada 26 Maret 2008," tutur Executive VP Head Corporate and Strategic Planning Maybank Hazimi bin Kassim dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia hari ini.

Maybank mengatakan pihaknya akan bergabung dengan pemegang saham mayoritas BII yakni Fullerton Financial Holdings (anak perusahaan Temasek) dan Kookmin Bank setelah mendapat keputusan final dari BNM.

"Untuk membayar 4,7 nilai buku pada kondisi pasar seperti saat ini sangat berisiko. Jika Maybank mengatakan mau menegosiasi ulang, tidak dapat dimengerti karena akusisi itu merupakan keputusan bisnis, tetapi bank sentral melakukan hal ini kepada mereka. Ini sangat mengejutkan," kata Choo Swee Kee, pengelola dana US$202 juta yang menjabat sebagai chief investment officer TA Asset Management Bhd. di Kuala Lumpur.

Bank lainnya juga berencana diakusisi terkait krisis kredit. HSBC Holdings Plc, bank terbesar di Eropa, dibeli oleh Korea Exchange Bank senilai US$6 miliar pada pekan lalu.

HSBC yang berkantor pusat di London memecat 1.100 karyawan di seluruh cabangnya di dunia, sehingga menambah jumlah pengangguran di institusi finansial menjadi 120.000 di seluruh dunia periode setahun ini. Penyumbang pengangguran terbesar dicatat Lehman Brothers Holdings Inc yang bangkrut, dan penjualan Merrill Lynch & Co kepada Bank of America Corp.

Perdagangan saham Bank International Indonesia berkode BNII di Bursa Efek Indonesia hari ini sesi I dihentikan sementara (suspensi) untuk menunggu finalisasi akusisi 56,13% saham ini. Namun untuk sesi II sudah mulai dibuka lagi. Harga saham BNII pada penutupan perdagangan kemarin Rp470.

Saham Maybank juga di suspensi untuk sesi pagi hingga pukul 2:30 p.m di Bursa Malaysia. Harganya sudah anjlok 23% sejak 26 Maret ketika penandatangan kesepatan akusisi BII. Investor khawatir harga beli BII kemahalan.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Suspensi saham Infoasia diperpanjang
  • 3 Emiten gelar RUPSLB jelang libur
  • Bukaka berharap soal utang selesai 2009
  • Bukaka harapkan sepakat dengan kreditor

Komentar

Beri Komentar