Bisnis Indonesia Online
Jumat, 26/09/2008 14:24 WIB
Suspensi dicabut, saham BII terjun bebas 34%
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Harga saham PT Bank International Indonesia Tbk (BII) berkode BNII pada pembukaan sesi II perdagangan di Bursa Efek Indonesia pukul 14.00 WIB langsung terjung bebas 34,04%.
Harga saham BNII langsung anjlok menjadi top loser yakni tergerus Rp160 menjadi Rp310 per saham ketika penghentian sementara sesi I perdagangan dibuka kembali. Volume transaksi sebanyak 913 lembar saham senilai Rp148 juta dengan 12 kali berpindah tangan.
Sebelumnya, pada sesi I perdagangan hari ini, Jumat 26 September, BEI menghentikan sementara (suspensi) saham BNII untuk terkait finalisasi akuisisi saham oleh Malayan Banking Berhard (Maybank) yang jatuh tempo hari ini.
Presidien Direktur BII Henry Ho dan Direktur/Corporate Secretary Fransiska Oei mengatakan pihaknya hari ini menerima surat dari Maybank dan Fullerton Financial Holdings Pte Ltd.
"Dalam surat Maybank disebutkan bahwa Maybank sudah memperoleh persetujuan dari Bank Negara Malaysia pada 25 September 2008 untuk melanjutkan transaksi pengambilalihan sampai dengan 100% saham BII," kata Henry dalam keterbukaan informasinya kepada BEI hari ini pukul 9:30 WIB.
Henry menambahkan Maybank memperoleh perpanjangn waktu untuk memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam Share Sale Agreement pada 26 Maret 2008.
Maybank juga memperoleh persetujuan baru mengenai harga pembelian yang tidak akan mengakibatkan kerugian yang substansial berdasarkan standar internasional pelaporan keuangan, sehingga dapat berdampak pada fundamental kesehatan keuangan Maybank.
Maybank mengakuisisi saham BII melalui membeli saham pengendali BII yakni Sorak Financial Holdings Holdings Pte Ltd, yang merupakan konsorsium bentukan Fullerton Financial Holdings Pte Ltd dan Kookmin Bank.
Executive Vice President Head Corporate and Strategic Planning Maybank Hazimi bin Kassim mengatakan pihaknya mulai hari ini akan bergabung dengan Fullerton Finnacial Holdings Pte Ltd dan Kookmin Bank setelah mendapat keputusan akhir dari Bank Negara Malaysia.
Kassim mengatakan Maybank mulai hari ini, masa jatuh tempo, pihaknya akan memenuhi akusisi BII sesuai dengan kesepakatan dalam Share Sale Agreement pada 26 Maret 2008.
Maybank akhirnya sepakat menutup transaksi akuisisi 56,13% saham BII senilai US$1,5 miliar atau setara dengan Rp14,01 triliun (asumsi US$1=Rp9.340) pada hari ini.
Akuisisi akan dilanjutkan segera dengan penawaran tender terhadap 44% saham publik. Dengan asumsi harga penawaran tender Rp510 per saham, Maybank diperkirakan menggelontorkan dana tambahan senilai US$1,2 miliar untuk membeli saham publik.
Hingga 30 Juni 2008, BII tercatat memiliki total aset senilai Rp59,94 triliun, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp54,76 triliun.
Sebelumnya Maybank menyatakan Bapepam-LK mengizinkan bank terbesar di Malaysia dari segi aset itu untuk memperpanjang masa penjualan 20% saham PT Bank International Indonesia Tbk (BII) ke pasar setiap tahun.
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyatakan akan memperpanjang batas waktu penjualan kembali 20% saham BII ke pasar pascaakuisisi agar Maybank tidak membukukan kerugian lebih dari 10% nilai investasinya saat membeli BII.
Keputusan itu merupakan ketentuan tambahan terkait dengan peraturan pengambilalihan saham pengendali dan penawaran tender. Perusahaan yang mengakuisisi lebih dari 50% saham perusahaan terbuka wajib melepas kembali 20% saham yang dimilikinya ke pasar dua tahun setelah akuisisi.
bisnis.com
Berita Lain
- Bursa Efek awasi saham BISI
- 'Saham TLKM dan INTP berpotensi bullish'
- Tunas Baru realisasi buyback Rp4,05 miliar
- Kalbe Farma buyback 74 juta lembar saham
- Buyback Semen Gresik capai Rp192,68 miliar