Bisnis Indonesia Online


Selasa, 07/10/2008 10:55 WIB

Bumi ajukan lagi buyback 10% saham

oleh : M. Munir Haikal

JAKARTA (Bisnis.com): PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengajukan lagi rencana pembelian saham perseroan mencapai 10% dari total saham sebanyak 19,4 miliar lembar.

Jumlah ini bertambah dari pembelian kembali (buyback) saham perseroan yang telah diajukan pada Juni 2008 sebanyak 3%.

Presiden Direktur Bumi Resources Ari Hudaya mengatakan rencana ini akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham perseroan yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.

"Ini adalah respons manajemen terhadap situasi pasar yang irrasional. Bumi Resources memiliki fundamental yang kuat, laba bersih perseroan pada semester I tahun ini sama dengan perolehan sepanjang tahun lalu," ujarnya hari ini.

Dia menuturkan langkah ini menunjukkan kepercayaan manajemen perseroan terhadap kekuatan fundamental Bumi Resources yang kuat.

Menurutnya, perseroan pada hari ini telah mengirimkan surat mengenai permohonan izin buyback saham ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Sepanjang semester I tahun ini, Bumi Resources meraup laba bersih senilai US$302 juta yang relatif hampir sama dengan perolehan sepanjang tahun lalu yang mencapai US$317 juta.

Harga saham Bumi Resources kemarin ditutup anjlok 32,03% atau Rp1.025 ke level Rp2.175 pada perdagangan kemarin, sehingga nilai pasarnya kini sebesar Rp42,20 triliun. Dan pagi ini saham BUMI tidak ditransaksikan karena sejak kemarin terkena penolakan otomatis dari Bursa Efek Indonesia terkait harga yang kemarin anjlok melampaui 30%.

Harga saham ini telah tergerus sebesar 36,52% dalam setahun terakhir, namun penurunan harga saham paling banyak terjadi pada tahun ini sebesar 63,75%.

Bumi Resources mendapatkan pinjaman baru senilai US$50 juta atau setara dengan Rp468,90 miliar dari Credit Suisse Singapura dengan tenor 36 bulan.

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk memenuhi total kebutuhan belanja modal ekspansi jangka menengah perseroan yang diperkirakan mencapai US$500 juta.

Rencana ekspansi tersebut meliputi peningkatan volume produksi batu bara menjadi 100 juta-110 juta ton, pendanaan tambahan untuk pengembangan Herald Resources Ltd senilai US$160 juta, dan juga belanja modal pengembangan tambang bijih besi dan emas.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Suspensi saham Infoasia diperpanjang
  • 3 Emiten gelar RUPSLB jelang libur
  • Bukaka berharap soal utang selesai 2009
  • Bukaka harapkan sepakat dengan kreditor

Komentar

Beri Komentar