Bisnis Indonesia Online
Kamis, 13/11/2008 17:04 WIB
Kewajiban Japfa melonjak setelah akuisisi
oleh : Pudji Lestari
JAKARTA (bisnis.com): Total kewajiban PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk meningkat 25,17% didorong oleh kenaikan utang bank yang melonjak lebih dari dua kali lipat sebagai dampak dari akuisisi perusahaan oleh perseroan dan anak usaha.
Direktur Keuangan Japfa Ignatius Herry Wibowo mengatakan kewajiban perseroan naik menjadi Rp777,03 miliar akibat peningkatan utang bank Rp449,52 miliar atau 172,74%, utang usaha Rp163,15 miliar (36,58%), dan biaya yang masih harus dibayar Rp69,67 miliar (38,83%).
Peningkatan utang bank, kata dia, menunjukkan adanya tambahan penggunaan sumber pendanaan untuk membangun sejumlah fasilitas produksi dan modal kerja perseroan.
"Di samping itu, peningkatan utang bank juga dipengaruhi oleh akuisisi perusahaan baru oleh perseroan dan anak usaha, sedangkan kenaikan utang usaha dan biaya yang masih harus dibayar sejalan dengan peningkatan aktivitas operasi perseroan," kata Ignatius dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Indonesia.
Namun, dia menilai perubahan tersebut sangat positif bagi perseroan dan anak usaha karena dapat meningkatkan kinerja keuangan, modal kerja, dan kapasitas produksi yang akan berdampak pada peningkatan laba bersih perseroan dan anak usaha.
Peningkatan kewajiban menjadi salah satu penyebab kenaikan total aktiva perseroan sebesar 25,59% menjadi Rp1,03 triliun. Selain kenaikan piutang usaha sebesar Rp311,80 miliar (71,83%), kenaikan aktiva juga disumbangkan oleh adanya peningkatan nilai persediaan Rp494,33 miliar (35,59%), ayam pembibit turunan Rp32,14 miliar (15,63%), dan nilai buku aktiva tetap sebesar Rp187,95 miliar (13,41%). (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- 'Saham TLKM dan INTP berpotensi bullish'
- Tunas Baru realisasi buyback Rp4,05 miliar
- Kalbe Farma buyback 74 juta lembar saham
- Buyback Semen Gresik capai Rp192,68 miliar
- Buyback Semen Gresik capai Rp192,68 miliar