Bisnis Indonesia Online
Senin, 17/11/2008 10:48 WIB
BEI suspend saham Bank Century dan Sinar Mas
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): PT Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Bank Century Tbk (BCIC) dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) mulai sesi I pagi ini, Senin, 17 November.
Kepala Divisi Pencatatan Sektor Jasa BEI Umi Kulsum mengatakan suspensi ini terkait adanya penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk mengakuisisi sampai sampai 70% saham Bank Century oleh Sinar Mas Multiartha.
"Maka untuk mencegah terjadinya perdagangan yang tidak wajar atas efek kedua perseroan di bursa dasn untuk mendapatkan informasi yang lebih memadai tentang hal tersebut, bursa memutuskan untuk enghentikan sementara perdagangan efek Bank Century dan Sinar Mas diseluruh pasar mulai sesi I perdagangan efek pada 17 November 2008 hingga pengumuman lebih lanjut," kata Umi didampingi Supandi, Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI.
Umi menambahkan saat ini bursa tengah meminta penjelasan lebih lanjut kepada Bank Century dan Sinar Mas Multiartha.
Sinar Mas Multiartha akan mengakuisisi Bank Century setelah PT Century Mega Investindo dan First Gulf Asia Holdings Ltd, selaku pemegang Saham Pengendali Bank Century dan Sinar Mas, menandatangani Surat Pernyataan Minat (Letter of Intent) untuk mengakuisisi sampai dengan 70% saham bank tersebut.
Penyelesaian akusisi akan dilakukan dalam waktu dekat. Dengan ditandatanganinya LoI ini maka proses akuisisi akan segera dimulai, termasuk proses permohonan persetujuan dari pihak regulator terkait serta persetujuan para pemegang saham yang akan diselesaikan sesegera mungkin.
Head of Research Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing mengatakan akuisisi ini akan memungkinkan kerjasama antara Bank Century dan Sinar Mas dalam peningkatan jasa dan layanan kepada para nasabah perseroan. "Kami rekomendasikan buy on weakness saham BCIC," kata Pardomuan. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- Bursa Efek awasi saham BISI
- 'Saham TLKM dan INTP berpotensi bullish'
- Tunas Baru realisasi buyback Rp4,05 miliar
- Kalbe Farma buyback 74 juta lembar saham
- Buyback Semen Gresik capai Rp192,68 miliar