Bisnis Indonesia Online


Senin, 17/11/2008 16:43 WIB

Utang default BNBR capai US$118,7 juta

oleh : Pudji Lestari


JAKARTA (bisnis.com): PT Bakrie & Brothers Tbk menyatakan 3 dari 10 utang repo saham anak usahanya telah gagal bayar senilai US$118,7 juta dan Rp144,9 miliar.

Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Yuanita Rohali mengatakan utang kepada Oddickson Finance telah gagal bayar senilai US$118,7 juta. Utang repo saham kepada Recapital Securities senilai Rp134,9 miliar juga default. Begitu pula utang kepada Aldira Rp10 miliar.

Namun dia tidak menyebutkan dampak dari gagal bayar itu. "Tidak semua default utang yang gagal bayar terkena force sell. Nilai jaminan untuk utang berupa repo saham anak usaha mempunyai level jaminan 1,5-3 kali nilai utang," ujarnya hari ini.

Dia berbicara dalam paparan publik untuk menjelaskan proses divestasi terhadap PT Bumi Resources dan PT Energi Mega Persada, dua anak usahanya yang bergerak di sektor energi.

Yuanita mengungkapkan perseroan telah menambah nilai jaminan terhadap sejumlah utang. Tapi dia menolak untuk merinci utang yang mengalami penambahan jaminan itu.

Sementara itu, Dirut Bakrie & Brothers Nalinkant Rathod mengatakan proses penjualan 35% saham Bumi kepada Northstar Pacific Partner Ltd diharapkan dapat diselesaikan pada 28 November.

Bakrie akan menjual 35% saham Bumi senilai US$1,3 miliar. Nilai itu, menurut manajemen, dapat berubah menyusul penurunan harga saham Bumi di pasar. Namun manajemen tidak mau menyebutkan penurunan nilai jual itu.

Sampai sekarang saham Bakrie dan Energi Mega masih disuspensi BEI. Otoritas bursa menyatakan akan mencabut suspensi itu jika paparan publik ayang digelar sore ini dinilai cukup menjelaskan kesimpangsiuran seputar rencana rasionalisasi portofolio aset yang dilakukan Bakrie & Brothers. (tw)




bisnis.com

 

Berita Lain

  • Suspensi saham Infoasia diperpanjang
  • 3 Emiten gelar RUPSLB jelang libur
  • Bukaka berharap soal utang selesai 2009
  • Bukaka harapkan sepakat dengan kreditor

Komentar

Beri Komentar