
JAKARTA (bisnis.com): PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) mengkaji opsi penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar tahun ini.
Direktur Utama PTPN VII Andi Punoko mengatakan penerbitan itu akan dilaksanakan secara bertahap.
"Kami akan terbitkan secara bertahap pada semester I/2010 dan semester II/2010, sesuai dengan kebutuhan penanaman," ujarnya siang ini.
Dia menjelaskan dana dari penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk membeli bibit tanaman karet dan sawit yang akan ditanam di lahan perusahaan.
Perusahaan merupakan penghasil sawit, karet, dan gula. Menurutnya, perusahaan tidak perlu menggunakan dana untuk membeli bibit gula karena sistem penanamannya yang musiman.
Dia menuturkan perusahaan juga menjajaki opsi pinjaman bank untuk pembelian bibit tersebut. "Kami masih menghitung opsi yang lebih menguntungkan bagi kami."
Terkait dengan rencana pencatatan saham perdana (IPO/initial public offering)perusahaan tahun ini, dia mengatakan kemungkinan tersebut masih sulit direalisasikan tahun ini karena prosesnya yang diulang dari awal.
"Kalau tahun ini sulit sepertinya, mengingat prosesnya masih sangat panjang." Dia menjelaskan proses tersebut juga menuntut perusahaan mengulang proses seleksi penjamin emisi penerbitan saham di bursa.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Menneg BUMN Bidang Agroindustri, Kehutanan, Percetakan, dan Penerbitan Agus Pakpahan mengatakan untuk merealisasikan rencana IPO tiga PTPN yaitu PTPN III, IV, dan VII, perlu proses yang panjang.
"Sedikitnya harus ada persetujuan dari tiga pihak, yaitu menteri keuangan, menko perekonomian, dan menneg BUMN. Belum lagi ditambah DPR, mengingat kondisi pasar modal dan ekonomi yang berubah."
Selain itu, tuturnya, beberapa BUMN itu juga perlu mempertimbangkan kondisi dan strategi tata ruang yang baru.
Menurut dia, tata ruang perlu diperhatikan mengingat beberapa BUMN perkebunan itu harus menata ruang sekitarnya. "Perlu mempertimbangkan tata ruang untuk 20 tahun-30 tahun ke depan karena kebutuhan masyarakat juga berubah," ujarnya. (wiw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »