• BMTR400
  • SDRA320
  • CTTH72
  • MNCN350
  • BMRI5200
  • BUMI2575
  • PGAS4075
  • TLKM8350
  • ASRI155
  • KIAS435
  • ADRO1900
  • ELTY255
  • ASIA106
  • BBTN1170
  • SULI225
  • LPKR530
  • BHIT830
  • VRNA95
  • BAYU173
  • INCO4225

Obligasi BCA Finance tawarkan kupon 8,4%-11%

Rabu, 10/02/2010 14:13:41 WIBOleh: Irvin Avriano A.
JAKARTA: PT BCA Finance menawarkan kupon obligasi III/2010 dan surat utang subordinasi I/2010 senilai total Rp600 miliar pada kisaran level 8,4%-11%.

Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim mengatakan premium yang ditawarkan kepada investor berkisar antara 110 basis poin (bps)-250 bps. Perhitungan 100 bps setara dengan 1%. Premium merupakan selisih kupon obligasi yang ditawarkan perusahaan dengan imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) di pasar sekunder.

"Kami akan menggunakan dana obligasi ini sebagai bagian dari rencana pembiayaan baru tahun ini yang sudah ditargetkan menjadi Rp13,5 triliun dari tahun lalu sebesar Rp11,42 miliar," ujarnya kepada pers hari ini.

Obligasi perseroan mengantongi peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan peringkat AA dari PT Fitch Ratings Indonesia, sedangkan obligasi subordinasi BCA Finance mendapatkan peringkat  idA+ dan AA-.

Efek utang itu terbagi ke dalam lima tranches yaitu seri A yang akan jatuh tempo pada 2011 dengan premium 110 bps-160 bps dari yield FR0016, seri B yang akan jatuh tempo pada 2012 menawarkan premium 110 bps-160 bps dari yield FR0017, dan seri C dengan premium 125 bps-250 bps dari yield FR0033.

Seri D menawarkan premium 135 bps-250 bps dari yield FR0049 yang akan jatuh tempo pada 2013, seri E obligasi itu akan jatuh tempo pada 2014 dengan menawarkan premium 150 bps-250 bps dari yield FR0051.

Obligasi subordinasi perseroan menawarkan premium 150 bps-250 bps dari yield FR0027 yang akan jatuh tempo pada 2015.  Penjamin emisi penerbitan obligasi tersebut yaitu PT Kresna Graha Sekurindo Tbk, PT DBS Vickers Securities Indonesia, dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia.

Penerbitan itu juga dibantu PT Bank Mega Tbk sebagai wali amanat.  Roni menjelaskan perseroan optimistis dengan kinerja tahun ini dengan menetapkan target laba bersih sebesar Rp430 miliar tahun ini yang meningkat dibandingkan tahun lalu Rp387 miliar.

Dia juga menyatakan optimistis terhadap hasil penjualan obligasi itu. Menurut dia, jumlah penawaran obligasi yang relatif kecil itu menunjukkan ketergantungan perusahaan pada pendanaan pasar modal masih kecil dan menunjukkan dukungan dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai induk usaha masih kuat.

Saat ini BCA Finance masih memiliki obligasi beredar di pasar sekunder sebesar Rp400 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp275 miliar akan jatuh tempo tahun ini yang terbagi ke dalam BCA Finance II/2007 seri B senilai Rp150 miliar yang jatuh tempo pada 27 Februari dan II/2007 seri C senilai Rp125 miliar yang jatuh tempo pada 27 Agustus. 

Direktur Keuangan BCA Finance Amirdin Halim mengatakan perseroan akan menggunakan arus kas yang setiap bulan dibukukan lebih dari Rp100 miliar untuk melunasi surat utang. Direktur Kresna Securities Andrew Haswin, yang menjadi salah satu penjamin emisi, mengatakan peluang target penerbitan ditingkatlkan (upsize) jumlah penerbitan obligasi sangat kecil.

"Sulitnya upsize karena pembiayaan perseroan sangat kecil yang akan diambil dari obligasi, dan merupakan lebijakan perusahaan."

Dia menyatakan optimistis dengan penerbitan obligasi itu karena tiga hal yaitu kondisi gagal bayar obligasi Eropa mulai membaik, suku bunga dan inflasi yang masih rendah, dan angka penjualan motor dan mobil yang masih membaik. Roni Haslim mengatakan induk usaha, BCA, berniat mendirikan perusahaan baru khusus untuk kendaraan roda dua yang terpisah dari BCA Finance.

Tahun ini, tuturnya, BCA Finance membidik tambahan pembiayaan baru untuk mobil bekas sekitar Rp4,5 triliun untuk melengkapi target booking Rp13,5 triliun.  Total target booking tersebut meningkat dibandingkan dengan pencapaian pada tahun lalu yang menembus Rp11 triliun.  Target tersebut menjadikan porsi pembiayaan mobil bekas Rp4,5 triliun, sementara kredit mobil baru Rp9 triliun.

  "Target kami tahun ini kan Rp13,5 triliun dan tahun lalu apa yang kami targetkan tercapai dengan baik seiring dengan peningkatan pembiayaan setelah semester kedua tahun lalu. Adapun porsi bekas kami bisa bagi menjadi Rp4,5 triliun, sisanya mobil baru," katanya belum lama ini.

 Roni mengatakan dari Rp4,5 triliun tersebut, pihaknya akan mengincar Rp400 miilar dari kerja sama dengan BCA melalui program pemberian fasilitas modal kerja kepada showroom mitra BCA Finance. (wiw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika