Bisnis Indonesia Online
Kamis, 03/07/2008 14:06 WIB
Pemerintah yakin SUN masih menarik
oleh : Agust Supriadi
JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah tetap yakin Surat Utang Negara (SUN) masih menarik minat investor, kendati Bank Indonesia menaikkan BI rate 25 basis poin menjadi 8,75%.
Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengatakan dampak inflasi Juni sebesar 2,46% menyebabkan kemungkinan naiknya BI Rate tidak menjadi masalah. Meskipun harga SUN terancam jatuh dan imbal hasil (yield) naik, pemerintah tetap optimis SUN masih laku.
"Kami masih optimis dan investor asing masih tertarik dengan obligasi kita," dia.
Berdasarkan pantauan Rahmat, yield dan harga SUN saat ini masih relatif stabil dan belum terlihat lonjakan yang signifikan. Dia mengatakan pelaku pasar sudah menantisipasi dampak lonjakan inflasi terhadap suku bunga. Untuk itu, pemerintah akan melakukan diversifikasi pasar dengan menerbitkan instrumen SUN jenis lain.
"Itu dinamika pasar, di pasar SUN pelaku sudah mem-price in [menakar harga]. Semua sudah kita antisipasi yang jelas kita akan selalu meyakinkan jaminan kepada market bahwa APBN kita selalu kredibel. Jadi tidak ada masalah, penerbitan akan terus berlanjut dengan berbagai instrumen," tambahnya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- NISP targetkan jual ORI Rp400 miliar
- Astra Sedaya lunasi obligasi
- Trimegah optimistis ORI005 habis terjual
- Artha Prima akan terbitkan obligasi
- Obligasi masih jadi primadona Dapen