Bisnis Indonesia Online
Jumat, 18/07/2008 12:42 WIB
Pefindo peringkati Kalbe Farma AA
oleh : Pudji Lestari
JAKARTA (Bisnis.com): PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan kembali peringkat AA dengan outlook stabil untuk PT Kalbe Farma Tbk dan obligasi I/2006 senilai Rp300 miliar yang akan jatuh tempo 28 Juni 2009.
Analis Pefindo Vonny Widjaja dan Niken Indriarsih mengatakan peringkat yang diberikan kepada Kalbe itu mencerminkan posisi pasar perusahaan yang kuat, portofolio produk yang terdiversifikasi dengan baik, leverage finansial yang konservatif dan proteksi arus kas yang sangat baik.
"Namun, peringkat dibatasi oleh sedikit melemahnya profitabilitas dan penurunan penjualan salah satu produk utama perusahaan yakni Extra Joss," kata Vonny dan Niken dalam keterangannya.
Kalbe adalah induk operasional (operating holding) bagi Kalbe Group, salah satu grup farmasi terbesar di Indonesia. Selain farmasi, Kalbe juga bergerak di bidang usaha makanan kesehatan, distribusi, dan kemasan.
Untuk per 31 Maret 2008, pemegang saham Kalbe terdiri dari PT Gira Sole Prima (9,69%), PT Santa Seha Sanadi (9,17%), PT Lucasta Murni Cemerlang (9,03%), PT Diptanala Bahana (8,90%), PT Ladang Ira Panen (8,86%), PT Bina Artha Charisma (8,58%), dan publik dengan total kepemilikan mencapai 45,76%.
Kalbe tengah menjalankan program pembelian kembali saham perusahaan yang beredar di pasar dalam periode 18 bulan sejak Februari 2007. Untuk pembelian kembali (buy back) saham yang jumlahnya tidak lebih dari 10% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh ini, perseroan menyiapkan dana sebesar Rp1,23 triliun.
HIngga 31 Maret 2008, Kalbe telah merealisasikan pembelian kembali terhadap sebanyak 325,47 juta saham atau 32% dari seluruh saham yang akan dibeli dengan jumlah nilai perolehan Rp383,64 miliar.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- DKI gandeng Bank Dunia terbitkan obligasi
- Harga obligasi pemerintah Jepang diduga naik
- Lelang obligasi pemerintah Jepang oversubscribed
- 'Prospek ORI005 jauh lebih baik'
- Lelang tiga obligasi negara dimulai 9 September