Bisnis Indonesia Online


Selasa, 19/08/2008 11:38 WIB

Trimegah optimistis ORI005 habis terjual

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): PT Trimegah Securities Tbk optimistis penjualan ORI005 yang dimulai hari ini akan kelebihan permintaan sama seperti seri sebelumnya ditengah gonjang-ganjing pasar modal.

Obligasi negara ritel (ORI) seri ke-5 atau ORI005 ini mulai ditawarkan pada hari ini 19 Agustus hingga 29 Agustus 2008 bertenor lima dan tujuh tahun.

Direktur Trimegah Desimon mengatakan kupon bunga ORI005 sebesar 11,45% sangat bagus, karena dua tahun ke depan 2009-2010 inflasi akan rendah, suku bunga akan turun meski memang sekarang inflasi tinggi.

"Persepsi masyarakat pada 2009-2010 suku bunga kembali rendah itu terlihat dari tingginya harga surat utang negara (SUN). Dengan demikian, ORI jadi pilihan baik dibandingkan investasi dengan tingkat bunga rendah," tutur Desimon kepada Bisnis hari ini.

Dia menambahkan sebaiknya uang untuk beli ORI adalah dana untuk investasi bukan spekulasi. Jangka waktu memegang ORI yang akan menguntungkan minimal 6 bulan, namun akan lebih baik, tutur Desimon, minimal satu tahun. "Tetapi kalau boleh beli ORI tahan sampai jatuh tempo karena akan menguntungkan juga, khususnya untung dari modal."

Ditengah gonjang-ganjing pasar saham, menurut Desimon, merupakan waktu membeli ORI. Jika dibandingkan saham, investasi pasar obligasi ritel ini volatilitasnya rendah dengan hasil yang pasti. "Ada baiknya sebagian dana dimanfaatkan ke ORI, tapi yang sudah beli di saham, jangan cut loss, manfaatkan duit nganggur, belikan ORI saja, bisa memberikan pendapatan pasti," tutur Desimon.

Dia menambahkan investasi ORI sangat cocok untuk investor yang tidak terlalu suka fluktuasi seperti halnya di saham. ORI juga dapat diperjualbelikan sebelum jauh tempo.

Desimon mengatakan penjualan ORI Trimegah selalu melebihi target bahkan pihaknya selalu menjadi salah satu agen terbaik yakni dari sisi pencapaian target dan distirbusi. Pembelian terbesar masih di sekitar Jabodetabek, sisanya di pulau Jawa.

"Kita sudah usaha jualan ORI di luar Jawa seperti Makkasar, Bali, Medan dan Pekanbaru, tetapi tidak optimal, uang masih ngumpulnya di Jabodetabek khususnya Jakarta," ujat Desimon.

VP Head of Debt Capital Market Trimegah Agus Salim mengatakan pada hari pertama penawaran ORI biasanya investor belum langsung beli karena masih bertanya-tanya dahulu, pembelian baru dilakukan sekitar 2-3 hari kemudian. "Jadi kalau investor mau beli, sekaranglah waktunya, jangan sampai kehabisan," kata dia.

Dia tidak dapat menyebutkan jatah penjualan ORI untuk Trimegah yang diberikan Departemen Keuangan. Namun pada penawaran ORI 004 lalu, pihaknya diberi Rp700 miliar pada saat terakhir. "Pada ORI 004 yang kita ajukan terakhir sebesar Rp700 miliar. Pokoknya kita usahakan penjualan sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya," tutur dia.

Pemerintah menyerap seluruh pemesanan ORI seri 004 sebesar Rp13,455 triliun. Jumlah tersebut meningkat Rp4,14 triliun, dibanding penjualan ORI 003 sebesar Rp9,3 triliun.

Peningkatan penjualan tersebut antara lain didukung oleh penambahan jumlah agen penjual dari menjadi 18 dari 16 agen pada ORI 003. Sekitar 15 di antaranya juga meminta tambahan kuota.

Trimegah merupakan satu dari 18 agen penjual yang ditunjuk Depkeu. Ke-18 agen penjual ORI tersebut yakni PT Danareksa Sekuritas, PT Trimegah Securities, PT Reliance Securities, Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Lippo, Citibank, Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Bukopin, Bank Mandiri, HSBC, Bank Danamon, Bank NISP, Bank Niaga, Bank Internasional Indonesia (BII), Bank Mega dan Bank Panin.

Selain lewat perusahaan sekuritas, pembelian ORI005 bisa juga dilakukan lewat bank.
Minimal dana yang disediakan untuk membeli ORI005 adalah Rp 5 juta dan maksimal pembelian dibatasi hingga Rp 3 miliar. Pemerintah telah menetapkan kupon bunga ORI005 sebesar 11,45% per tahun yang akan dibayar tanggal 15 setiap bulannya. ORI005 berjangka waktu 5 tahun dan akan jatuh tempo 15 September 2013.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • PNM diminta tagih dana di grup Bakrie
  • Sejumlah perusahaan siap terbitkan obligasi Rp10 triliun
  • Bumi akan terbitkan surat utang terbatas
  • Indorent lunasi obligasi lebih awal

Komentar

Beri Komentar