Bisnis Indonesia Online
Senin, 01/09/2008 17:17 WIB
Peringkat Adhi Karya tetap A-
oleh : Pudji Lestari
JAKARTA (bisnis.com): PT Pefindo menegaskan kembali peringkat A- dan A- syariah dengan outlook stabil untuk PT Adhi Karya Tbk, obligasi IV/2007 senilai Rp375 miliar dan obligasi Syariah Mudharabah Rp125 miliar, keduanya jatuh tempo pada Juli 2012.
"Peringkat tersebut mencerminkan keberadaan perusahaan yang kuat di bisnis konstruksi, keuntungan sebagai BUMN, dan tingginya porsi proyek yang berkaitan dengan pemerintah," kata analis Pefindo Ronald Hertanto dan Dina Sih Pratiwi dalam keterangannya hari ini.
Namun, mereka menambahkan peringkat Adhi Karya tersebut masih dibatasi dengan tingkat utang yang agresif dan proteksi arus kas yang rata-rata, risiko yang terkait dengan proyek yang penyelesaiannya masih bermasalah, dan segmen bisnis yang baru, serta bisnis konstruksi yang relatif volatil.
Adhi Karya yang didirikan pada 1960 merupakan perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia. Hingga akhir Juni 2008, Pemerintah RI masih memegang kendali atas 51% saham Adhi Karya, disusul oleh Fortis Bank (Nederland) NV sebanyak 5,55%, manajemen 0,65%, dan selebihnya 42,80% merupakan porsi publik.
Lini bisnis usaha perseroan mencakup tiga bagian yakni konstruksi, engineering procurement and construction (EPC), dan investasi. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Bank DKI beli kembali obligasi IV
- Bank Dunia tingkatkan obligasi 'hijau'
- E.ON AG terbitkan obligasi US$1,3 miliar
- Gapura Prima tunda terbitkan obligasi
- Fitch: Rating Telkom BB, menjadi pemimpin pasar