Bisnis Indonesia Online
Selasa, 02/09/2008 15:00 WIB
ORI 005 tidak laku, Depkeu kerahkan semua instrumen
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah akan mengerahkan berbagai instrumen untuk menutup defisit APBN-P 2008 pasca tidak tercapainya target penjualan ORI 005.
"Kita masih punya instrumen yang beragam untuk diterbitkan baik di pasar domestik maupun internasional," kata Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto kepada Bisnis melalu pesan singkatnya hari ini.
Pernyataan Rahmat ini terkait dengan kurang lakunya obligasi negara ritel Indonesia (ORI) seri 005 yang hanya terserap 43,61% atau Rp2,17 triliun dari target indikatif Rp6,22 triliun yang ditetapkan 18 agen penjual.
Untuk menutupi defisit anggaran, Rahmat mengatakan, pemerintah masih memiliki instrumen lain yang siap diterjunkan ke pasar seperti penerbitan Surat Perbendaharaan Negara (SPN), surat utang negara (SUN) Zero Coupon (ZC), SUN Fixed Rate (FR) dan SUN Variable Rate (VR), serta obligasi syariah (sukuk) internasional.
"Penerbitan berbagai instrumen masih kita lakukan kok sampai saat ini," kata Rahmat.
Dengan demikian, lanjutnya, kemungkinan realisasi defisit APBN-P 2008 pada akhir tahun tidak melebih target atau justru di bawah target karena realisasi belanja sama atau lebih rendah dari target.
Pemerintah menerbitan ORI Seri 005 bertujuan untuk menambal kebutuhan pembiayaan APBN-P 2008, mengembangkan pasar domestik, serta perluasan basis investor.
Surat berharga negara dalam bentuk ORI Seri 005 itu akan jatuh tempo pada 15 September 2013 atau berjangka waktu 5 tahun, dengan jumlah minimum pemesanan sebesar Rp5 juta dan maksimum Rp3 miliar, serta tingkat kupon sebesar 11,45% dengan masa penawaran pada 19-29 Agustus 2008.
bisnis.com
Berita Lain
- Bank DKI beli kembali obligasi IV
- Bank Dunia tingkatkan obligasi 'hijau'
- E.ON AG terbitkan obligasi US$1,3 miliar
- Gapura Prima tunda terbitkan obligasi
- Fitch: Rating Telkom BB, menjadi pemimpin pasar