Bisnis Indonesia Online
Selasa, 02/09/2008 17:54 WIB
'Prospek ORI005 jauh lebih baik'
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Investor yang tidak membeli obligasi negara ritel Indonesia (ORI) seri 005 dinilai kurang beruntung karena prospek kedepannya jauh lebih baik.
Demikian diungkapkan Dirjen Pengelolaan Utang Negara Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto kepada Bisnis melalui pesan singkatnya hari ini. Peluang untung dari ORI005 ini, menurut Rahmat, masih tinggi karena rapat kerja komisi XI DPR RI dengan pemerintah hari ini membahas asumsi RAPBN 2009.
Dalam pembahasan itu, DPR dan pemerintah sepakat inflasi dan suku bunga diproyeksikan masing-masing 6,5% dan 8,50%. Dengan demikian pasar surat utang negara (SUN) akan jauh lebih baik dan harga-harganya akan membaik. "Investor yang tidak beli ORI005 kurang beruntung," tuturnya.
Pemerintah melalui Depkeu menerbitkan ORI005 dengan kupon bunga 11,45% hanya diserap 43% dari target indikatif yang ditetapkan total Rp6,22 triliun. Dari seri ORI sebelumnya, penyerapan surat utang negara seri terakhir ini merupakan yang terburuk karena baik ORI001-ORI004 semuanya diserap pasar bahkan kelebihan permintaan.
Investor mengurungkan niat beli ORI005, menurut Rahmat, karena kalah saing dengan bunga deposito bank yang memberikan bunga di atas kupon ORI yakni 11,75%. Rahmat mengatakan pemerintah akan mengerahkan semua instrumen untuk menutup defisit APBN-P 2008 karena tidak memenuhi target penjuaan ORI005. Di antaranya dengan SPN, SUN dengan bunga tetap (FR), SUN bunga mengambang (VR), dan obligasi negara syariah (sukuk) internasional. Depkeu pada 9 September 2008 juga akan melelang 3 obligasi negara.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Pefindo: Obligasi Danareksa dalam pemantauan
- Jasa Marga bayar obligasi 5 Januari
- Perdagangan SUN pekan ini diduga sepi
- Prospek obligasi BCA Finance stabil
- Peringkat Humpuss Intermoda turun