Bisnis Indonesia Online
Rabu, 03/09/2008 09:12 WIB
Harga obligasi pemerintah Jepang diduga naik
oleh : Irvin Avriano
TOKYO (Bisnis.com): Harga obligasi pemerintah Jepang diprediksi bakal menguat dua hari berturut-turut setelah minyak jatuh ke level terendah lima bulan, terkait dengan spekulasi inflasi akan mendorong bank sentral Jepang menaikkan suku bunga.
"Obligasi mejadi salah satu instrumen yang harganya akan menguat dengan kondisi seperti sekarang," ujar analis Mizuho Investors Securities Co Akihiko Inoue seperti dikutip Bloomberg.
Dia menilai pascapenurunan harga minyak, perputaran uang akan banyak bergeser ke pasar obligasi.
Berdasarkan data New York Mercantile Exchange, harga minyak mentah untuk pengiriman Oktober jatuh US$5,75 menjadi US$109 per barel.
Japan Bond Trading Co mencatat pada penutupan perdagangan kemarin, pelelangan berhasil menguatkan harga setelah tren menurun dua pekan terakhir. Nilai imbal hasil (yeild) obligasi bertenor 10 tahun melemah 1 basis poin (bp) ke level 1,46%. Obligasi itu memiliki kupon 1,5% di pasar sekunder.
Harga surat utang itu menguat sebesar 0,0086 yen menjadi 100,43 yen. Yield obligasi pemerintah Jepang dengan tenor lima tahun juga melemah 2 bp ke level 1,01%.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Pefindo: Obligasi Danareksa dalam pemantauan
- Jasa Marga bayar obligasi 5 Januari
- Perdagangan SUN pekan ini diduga sepi
- Prospek obligasi BCA Finance stabil
- Peringkat Humpuss Intermoda turun