Bisnis Indonesia Online
Senin, 08/09/2008 09:22 WIB
Lelang maksimal bisa tahan laju koreksi SUN
oleh : Irvin Avriano
JAKARTA (Bisnis.com): Hasil pelelangan yang maksimal besok diprediksi akan menahan laju koreksi harga surat utang negara (SUN) yang terjadi akhir pekan lalu.
Fund Manager PT Sarijaya Permana Sekuritas Daniel Dwi Seputro menilai anjloknya harga SUN akhir pekan lalu berpotensi terbantu oleh hasil pelelangan SUN seri ZC0006, FR0027, dan FR0050.
"Kalau yield yang ditawar pelaku lelang cocok [dengan pemerintah] sehingga penyerapan baik, pengaruhnya tentu akan menguatkan harga SUN," tuturnya saat dihubungi Bisnis, akhir pekan lalu.
Anjloknya indeks SUN Jumat lalu, paparnya, mengikuti kondisi makro yang juga tercermin pada anjloknya IHSG. Dia menilai tekanan IHSG terjadi karena banyaknya pesanan (margin call) yang belum direalisasikan oleh pelaku pasar.
Pemerintah menargetkan dapat menyerap permintaan sebesar Rp3 triliun dalam pelelangan besok.
Berdasarkan data Perhimpunan Pedagang Surat utang Negara (Himdasun), indeks harga SUN pada level 86,18% dua pekan lalu sempat menguat ke tingkat 86,79% pada Kamis, tetapi terkoreksi sebesar 47% ke 86,38% pada penutupan akhir pekan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu juga meluncur tajam ke titik terendah sejak awal tahun ke level 2022,56.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Pefindo: Obligasi Danareksa dalam pemantauan
- Jasa Marga bayar obligasi 5 Januari
- Perdagangan SUN pekan ini diduga sepi
- Prospek obligasi BCA Finance stabil
- Peringkat Humpuss Intermoda turun