Bisnis Indonesia Online
Senin, 08/09/2008 09:28 WIB
Rally obligasi terjegal koreksi akhir pekan
oleh : Irvin Avriano
SINGAPURA (Bloomberg): Rally harga obligasi tertahan koreksi tajam hari terakhir pekan lalu hingga indeks Himdasun anjlok 0,47% menyentuh level 86,38%.
Koreksi tersebut telah terjadi sejak awal perdagangan di lantai bursa, pascapengumuman BI tentang besaran cadangan devisa yang turun dari US$60,56 miliar pada Juli menjadi US$58,36 miliar bulan lalu.
"Hal ini disebabkan oleh menguatnya nilai tukar dolar dibandingkan dengan hampir semua mata uang negara Asia, yang juga berpengaruh terhadap pelemahan rupiah," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono, seperti ditulis Bloomberg pagi ini.
Dia menjelaskan BI menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga nilai tukar rupiah dan menyatakan bahwa fundamental ekonomi di Tanah Air tetap kuat.
Secara terpisah, Deputi Gubernur BI Budi Mulya menjelaskan stabilitas nilai tukar rupiah merupakan kunci untuk tercapainya tingkat inflasi satu digit yang direncakan pemerintah tahun depan.
Berdasarkan data Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (Himdasun), indeks harga SUN pada level 86,18% dua pekan lalu sempat menguat ke tingkat 86,79% pada Kamis, tetapi terkoreksi sebesar 47% ke level 86,38% pada penutupan akhir pekan.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhir pekan lalu juga meluncur tajam ke titik terendah sejak awal tahun ke level 2022,56.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Pefindo: Obligasi Danareksa dalam pemantauan
- Jasa Marga bayar obligasi 5 Januari
- Perdagangan SUN pekan ini diduga sepi
- Prospek obligasi BCA Finance stabil
- Peringkat Humpuss Intermoda turun