Bisnis Indonesia Online
Selasa, 11/11/2008 18:45 WIB
Peringkat obligasi Pakuwon turun jadi BB (idn)
oleh : Irvin Avriano
JAKARTA (bisnis.com): Fitch Ratings menurunkan peringkat obligasi PT Pakuwon Jati Tbk yang akan jatuh tempo pada 2011 senilai Rp74,1 miliar dari BBB-(idn) menjadi BB(idn) dan menempatkan semua peringkat pada pengawasan peringkat negatif (Rating Watch Negative/RWN).
Peringkat gagal bayar penerbitan utang (Issuer Default Ratings/IDR) dalam mata uang asing dan mata uang lokal perusahaan juga diturunkan dari B menjadi B-. Penurunan peringkat juga terjadi pada obligasi Pakuwon Jati Finance B.V. senilai US$110 juta yang memiliki garansi perusahaan dan anak perusahaan, salah satunya PT Pakuwon Jati.
"Penurunan peringkat itu mencerminkan penundaan signifikan dalam penyelesaian proyek multi guna Superblok Gandaria yang juga menunjukkan tingkat penjualan awal [pre-sale] yang lemah hingga saat ini," ujar Fitch dalam keteerbukaan informasi yang diterima Bisnis sore tadi.
Penurunan peringkat itu juga disebabkan oleh depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang memengaruhi surat utang perusahaan berdenominasi dolar AS, sedangkan mayoritas pemasukan perusahaan dalam mata uang rupiah.
Pada akhir Oktober, penjualan awal Gandaria baru mencapai 65% untuk menara 1 kondominium dan 39% untuk menara 2 kondominium, sedangkan untuk menara perkantoran baru dibeli sebanyak 28%. Tingkat penjualan itu masih di bawah prediksi manajemen perusahaan ketika meluncurkan proyek itu dan menunjukkan kemunduran yang semakin terasa di tengah kondisi ekonomi yang serba tidak pasti.
Hal ini juga ditunjukkan oleh pengunduran komitmen penyewa potensial dalam proyek pusat perbelanjaan (mall) dalam proyek itu hingga kuartal II/2010. Perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka di Indonesia dengan bidang usaha investasi dan pengembangan properti komersial, termasuk segmen ritel, hotel, perkantoran, hunian, terutama di Surabaya tetapi sudah merambah Jakarta.
Pakuwon membukukan pendapatan sebesar Rp444 miliar dan pendapatan sebelum pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp234 miliar tahun lalu. Pendiri perusahaan dari keluarga Alexander Tedja memiliki 72,7% kepemilikan di Pakuwon. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Pefindo: Obligasi Danareksa dalam pemantauan
- Jasa Marga bayar obligasi 5 Januari
- Perdagangan SUN pekan ini diduga sepi
- Prospek obligasi BCA Finance stabil
- Peringkat Humpuss Intermoda turun