Bisnis Indonesia Online
Kamis, 13/11/2008 18:57 WIB
Obligasi subordinasi Permata di level idA
oleh : Irvin Avriano
JAKARTA (bisnis.com): PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat obligasi subordinasi I/2006 PT Bank Permata Tbk pada level idA dan peringkat obligasi umum emiten pada level idA+.
"Pemeringkatan itu mencerminkan dukungan finansial dari pemegang saham yang besar," ujar analis Pefindo Julius Teddy dan Yulia Ansari dalam keterbukaan informasi pemeringkat hari ini.
Keduanya menjelaskan posisi usaha emiten masih stabil di antara persaingan antar bank besar di Tanah Air. Namun peringkat itu masih berpotensi diturunkan karena rasio kecukupan utang (capital adequacy ratio) yang masih melemah dan risiko bisnis yang semakin besar di tengah krisis finansial global.
Perusahaan dibentuk pada akhir 2002 dari hasil penggabungan lima bank lokal yaitu PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank Prima Express, PT Bank Artamedia, dan PT Bank Patriot.
Emiten juga menempati posisi bank kesepuluh terbesar di Tanah Air berdasarkan nilai aset Rp43 triliun pada semester I/2008, yang telah menguasai 2,1% pangsa pasar sektor perbankan.
Sebanyak 89,02% saham Bank Permata dikuasai oleh konsorsium PT Astra International Tbk dan Standard Chartered Bank, sedangkan sisanya dikuasai publik.
Bank itu memiliki karyawan tetap sebanyak 4.833 orang, 275 kantor cabang, dan 543 anjungan tunai mandiri (ATM) milik perusahaan yang juga terkoneksi secara on-line dengan 17 ribu jaringan ATM Bersama.(tw)
bisnis.com
Berita Lain
- UOB kumpulkan dana cadangan Rp183 miliar
- Pefindo peringkati obligasi Indo Kordsa idA-
- Obligasi Bhakti raih peringkat Baa2.id
- Indo Kordsa cari pinjaman US$10 juta
- Adira bakal lunasi obligasi Rp570 miliar