Bisnis Indonesia Online


Selasa, 18/11/2008 09:21 WIB

E.ON AG terbitkan obligasi US$1,3 miliar

oleh : Irvin Avriano

LONDON (Bloomberg): Perusahaan manufaktur terbesar di Jerman E.ON AG menerbitkan obligasi senilai 1 miliar euro, atau setara dengan US$1,3 miliar. Surat utang bertenor dua tahun itu akan digunakan perusahaan untuk melancarkan rencana akuisisi finansial dan pengembangan.

Harga obligasi itu akan dipatok pada nilai imbal hasil (yield) 150 basis poin di atas bunga obligasi acuan.

Harga itu berselisih 45 basis poin dengan obligasi senilai 750 juta euro yang pernah diterbitkan perusahaan pada Agustus lalu.

"Kami selalu mencari kesempatan terbaik, kami telah melihat kesempatan itu lalu mengambilnya," tutur jurubicara E.ON Thomas Griesberger.

Perusahaan itu sedang menyiapkan dana sebesar 63 miliar euro untuk membangun serangkaian pembangkit listrik baru pada 2010. Pembangkit itu akan menggunakan teknologi daur ulang energi yang dapat menghemat generator dan sesuai dengan regulasi polusi yang baru.

Program investasi itu diprediksi akan mampu meningkatkan pendapatan perusahaan dari pasar Rusia, Perancis, dan Spanyol seiring dengan pemerintah yang membatasi ekspansi domestik.

Kreditor terpaksa menawarkan bunga yang lebih besar untuk menerbitkan obligasi perusahaan dibandingkan dengan obigasi pemerintah di tengah krisis finansial terparah sejak Great Depression pada 1929.

"Perusahaan masih memiliki akses yang lancar ke pasar modal," ujar perusahaan pada pernyataan resminya 12 November lalu.

Investor meningkatkan permintaan yield tambahan pada perusahaan Eropa dengan peringkat 'layak investasi' sebesar 10 basis poin dari sebelumnya menjadi 404 basis poin. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 1999. Selisih itu juga telah meningkat sebanyak empat kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Perusahaan yang terafiliasi, E.ON International BV, bertindak menjadi penerbit, sedangkan E.ON AG akan menjamin penerbitan emisi itu. BNP Paribas SA, DZ Bank AG, dan UniCredit SpAakan menjadi penjamin
emisi proses itu.

Moody's Investor Service akan memberikan peringkat obligasi itu pada level A2, sedangkan Standard&Poor's memberi A, yang setara dengan pemeringkatan Moody's.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Rating Infoasia Teknologi Global turun
  • Peringkat Panin Sekuritas tetap
  • Pefindo: Obligasi Danareksa dalam pemantauan
  • Jasa Marga bayar obligasi 5 Januari
  • Perdagangan SUN pekan ini diduga sepi
  • Prospek obligasi BCA Finance stabil
  • Peringkat Humpuss Intermoda turun
  • S&P & Moody pangkas rating GM dan Ford
  • Pemerintah tetapkan 13 calon penjual sukuk

Komentar

Beri Komentar