Mega Capital targetkan kelola dana Rp12 triliun

Senin, 01/02/2010 16:37:02 WIBOleh: Irvin Avriano A
JAKARTA (bisnis.com): PT Mega Capital Indonesia menargetkan peningkatan dana kelolaan perusahaan dari level Rp7 triliun menjadi Rp12 triliun hingga akhir tahun.

Direktur Mega Capital Yimmy Lesmana mengatakan peningkatan itu akan diusahakan perusahaan dari penerbitan beberapa reksa dana terbuka tahun ini. Reksa dana terbuka yang akan diterbitkan perusahaan maksimal sebanyak tiga produk lagi tahun ini.

"Rencananya kami akan terbitkan reksa dana campuran dan reksa dana saham dengan target minimal masing-masing sebesar Rp200 miliar--Rp300 miliar selama setahun," ujar Yimmy kepada pers di Pacific Place hari ini.

Reksa dana terbuka (open-ended fund) merupakan produk yang unit penyertaannya dapat dibeli dan ditambah setiap waktu oleh investornya. Produk reksa dana terbuka dapat berupa reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, syariah, indeks, dan reksa dana yang dapat diperdagangkan di bursa (exchange traded fund/ETF).

Dia mengatakan dari keseluruhan dana kelolaan itu, perusahaan memiliki aset reksa dana sekitar Rp4 triliun. Sisa dari dana kelolaan itu berupa kontrak discretionary bilateral dan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT).

Dia mengatakan perusahaan juga sedang merencanakan untuk melakukan spin off divisi manajer investasinya tahun ini. Sehingga, departemen manajer investasi Mega Capital rencananya akan berdiri menjadi sebuah perusahaan tersendiri yang terpisah dari divisi broker dan penjaminan emisi sesuai dengan rencana Bapepam-LK.

Perusahaan, tuturnya, sedang mengumpulkan dana sebesar Rp200 miliar untuk reksa dana campuran Mega SRI Kehati Harmoni yang sedang dipasarkan perusahaan saat ini.

Dia menuturkan perusahaan memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) dapat tumbuh sebesar 20%. Mengacu pada prediksi itu, perusahaan menargetkan produk investasi reksa dana campuran SRI Kehati Harmoni dapat memberikan pengembalian investasi (return) sebesar 20%--25% hingga akhir tahun.

Reksa dana itu menjadikan Indeks SRI Kehati 25 sebagai salah satu acuan investasinya dan menyumbangkan sebagian hasil investasinya untuk Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati), yang membuat indeks tersebut.

Sebelumnya, Head of Asset Management Department Mega Capital Sugeng Sugiharto mengatakan perusahaan berencana meningkatkan aset seluruh reksa dana perseroan menjadi Rp6 triliun tahun ini.

Direktur Keuangan dan Administrasi Kehati Gustaaf A. Lumiu mengatakan perusahaan sedang menjajaki kerja sama dengan PT Trimegah Securities Tbk dan PT Sinarmas Sekuritas untuk menerbitkan reksa dana baru yang menggunakan indeks SRI Kehati 25 sebagai acuan.

Perusahaan, tuturnya, sudah bekerja sama dengan PT Bahana TCW Investment Management untuk menerbitkan reksa dana pendapatan tetap Kehati Lestari pada 2007 dan Mega SRI Kehati Harmoni dengan Mega Capital.

Saat ini, tuturnya, perusahaan memiliki dana investasi sebesar US$20 juta. Dana itu berkembang dari modal awal sebesar US$16 juta yang dihimpun pada awal berdirinya yayasan itu pada 1995. Dia menuturkan yayasan sudah menyalurkan sebanyak US$16 juta yang disalurkan kepada masyarakat untuk melestarikan keanekaragaman hayati.

Tahun lalu, tuturnya, perusahaan mendapatkan komitmen untuk mengelola dana sebesar US$29 juta dari program 'debt nature swap' (DNS) dari pemerintah AS kepada pemerintah Indonesia. Dana itu dialokasikan untuk mendanai enam program pelestarian 13 taman nasional di Pulau Sumatra.(ln)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika