Bisnis Indonesia Online


Kamis, 24/07/2008 18:05 WIB

NISP Sekuritas tawarkan NISP Proteksi Seri 4

oleh : Noerma Komalasari

JAKARTA (Bisnis.com): NISP Sekuritas akan menawarkan NISP Proteksi Dinamis Seri 4 pada 25 Juli-21 Agustus dengan target alokasi aset reksa dana bertenor tiga tahun ini mayoritas berupa obligasi korporasi hingga 98%, sisanya pasar uang.

NISP Proteksi Dinamis Seri 4 memberikan proteksi atas modal awal pada tanggal jatuh tempo dengan strategi buy-and-hold. Indikasi imbal hasil pada kondisi saat ini berkisar 11,5%-12% net p.a. sementara dividen dibagikan satu bulan sekali.

“Kami membidik obligasi korporasi karena melihat harga SUN [surat utang negara] yang sedang naik. Sejauh ini kami telah mengumpulkan beberapa obligasi korporasi,” ujar Fund Manager NISP Siswa Rizali, kepada Bisnis, hari ini.

Reksa dana seri sebelumnya, NISP Proteksi Dinamis Seri 3 berhasil menghimpun dana kelolaan sebesar Rp141,74 miliar. Alokasi aset reksa dana yang emisinya dilakukan pertengahan Juli tersebut, mayoritas berupa obligasi korporasi.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Bank kustodian tak dibatasi hitung NAB
  • 'Investor reksa dana jangan panik'
  • Peringkat reksa dana the American Beacon dipangkas
  • Nilai aktiva bersih reksa dana menguat

Komentar

#2 - Reksa dana Dinamis Bank NISP

Mohon penjelasan Reksa dana Dinamis Bank NISP.

Edward - Duri-Riau @ 01/09/2008 - 06:12 WIB dari 146.23.254.21 (idrbintisaep1.chevron.com)

#1 - PPH reksa dana

ini kecenderungan sangat berbahaya buat reksa dana, pemerintah mulai ngincar produk berisiko tinggi tapi hasilnya cuma medioker model reksa dana pendapatan tetap ... pokoknya semua reksa dana itu pada dasarnya jangan dipajakin deh, terlalu besar biayanya ... malah bisa anjok berat tuh aset total reksa dana, karena porsi rdpt masih terbesar dibandingkan rd jenis lain ... manajer investasi harus gencar melobi depkeu, atau hancur sudah reputasi reksa dana selama-lamanya

apatisabis - bogor @ 30/07/2008 - 10:54 WIB dari 118.136.18.171 (171.18.136.118.fast.net.id)

Beri Komentar