• BMTR400
  • SDRA320
  • CTTH72
  • MNCN350
  • BMRI5200
  • BUMI2575
  • PGAS4075
  • TLKM8350
  • ASRI155
  • KIAS435
  • ADRO1900
  • ELTY255
  • ASIA106
  • BBTN1170
  • SULI225
  • LPKR530
  • BHIT830
  • VRNA95
  • BAYU173
  • INCO4225

IHSG berpotensi naik terdorong Dow dan komoditas

Kamis, 02/07/2009 08:28:25 WIBOleh: Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi menguat dan diperkirakan terdorong sentimen positif dari penguatan indeks di bursa global dan regional, kenaikan harga komoditas, ekspektasi kembali turunnya BI Rate serta antisipasi pembagian dividen saham-saham unggulan.

Mega Capital Indonesia menyatakan dengan sentimen positif tersebut, IHSG diprediksi bergerak pada kisaran 2035-2070 dengan target intraday support dan resistance berikutnya berada pada level 2010-2085.

Pada perdagangan kemarin, IHSG menguat 1,63%. Sentimen positif rendahnya laju inflasi, ekspektasi turunnya suku bunga, serta sentimen pembagian dividen menjadi pendorong kenaikan indeks pada perdagangan kemarin. Sektor infrastruktur dan perdagangan menyumbangkan penguatan terbesar. Sektor aneka industri merupakan satu-satunya sektor yang melemah. Bursa Asia ditutup mix. Rupiah menguat dan ditutup pada level 10.180 per dolar AS.

Indeks saham di Wall Street semalam ditutup menguat. Mengawali triwulan ketiga di tahun ini, indeks utama di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh data manufaktur China, Eropa dan AS yang kembali menimbulkan harapan bahwa ekonomi global sedang dalam tahap pemulihan. Investor melakukan pembelian pada saham yang sensitif dengan pertumbuhan ekonomi, yaitu diantaranya sektor energi, industri, teknologi, komoditas dan konsumer.

Melemahnya dolar AS juga mendorong penguatan pada saham multinasional seperti Coca-Cola, karena ekspektasi investor bahwa pelemahan dolar AS tersebut akan meningkatkan pendapatan perusahaan tersebut di luar negeri. Namun karena menjelang dirilisnya data nonfarm payroll bulan Juni pada Kamis malam nanti, investor cenderung berhati-hati sehingga indeks hanya ditutup menguat moderat. Perdagangan saham juga cenderung sepi menjelang libur long weekend pada akhir pekan ini.

Indeks Dow Jones, Nasdaq Composite dan indeks S&P 500 masing-masing ditutup +0,68%, +0,58% dan +0,44%. Penguatan pada indeks di bursa saham tersebut menyebabkan berkurangnya permintaan akan dolar AS dan obligasi pemerintah AS sebagai investasi yang aman. Dolar AS berlanjut melemah setelah terdapat laporan yang menyatakan China meminta adanya debat mengenai mata uang cadangan devisa pada pertemuan G-8 di Italia pada pekan depan.

Harga minyak mentah melemah pada level US$69,62 per barel yang disebabkan oleh kenaikan data cadangan minyak strategis AS menjelang liburan Independence Day, yang secara tradisi merupakan puncak dari summer driving season di AS. Harga emas menguat pada level US$940,5 per ounce seiring dengan pelemahan dolar AS. Pagi ini bursa kawasan Asia bergerak menguat.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika