JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan sesi I pagi ini menguat 15,71 poin atau 0,76% menjadi 2.075,60 seiring kenaikan indeks Asia, global dan harga komoditas.
Rilis inflasi tahunan Juni turun menjadi 3,65% dibanding dengan data sebelumnya yang sebesar 6,04% menjadi sentimen positif untuk pelaku pasar untuk memicu aksi beli, ditambah ekspektasi akan adanya pemotongan kembali BI Rate yang akan diumumkan Jumat, 3 Juli nanti sebesar 25 bps.
Indeks Bisnis-27 juga menanjak 1% menjadi 185,86. Mayoritas indeks sektor industri di BEI pagi ini menanjak, dipimpin sektor infrastruktur, hanya sektor aneka industri terkoreksi.
Top gainers pagi ini dicatat saham Indocement (INTP) naik 2,64% menjadi Rp7.750, Telkom (TLKM) naik 1,89% menjadi Rp8.050, International Nickel (INCO) menguat 3,63% menjadi Rp4.275 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 1,55% menjadi Rp6.550.
Head of Reserach Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing mengatakan untuk IHSG sendiri pagi ini diprediksi akan masih beregrak mixed dengan potensi penguatan ditopang dari rilis data inflasi kemarin serta ekspektasi penurunan BI rate Jumat besok. Namun tetap harus diwaspadai dikhawatirkan ini akan dijadikan momentum profit taking oleh pelaku pasar. Secara teknikal indeks diprediksi akan
bergerak di dalam range titik support di level 2036-2012 dan titik resistance di level 2072-2084.
Bursa AS ditutup menguat pagi ini. Dow Jones ditutup naik 0,68% dan Nasdaq Composite menguat 0,58%. Penguatan dipicu oleh munculnya kembali harapan akan pemulihan ekonomi AS saat ini. Index Pending home sales tercatat naik 0,1% dibanding periode sebelumnya menjadi 90,7 pada bulan Mei dibandingkan level 90,6
pada bulan sebelumnya. Sentimen negatif datang dari data yang dirilis Departemen perdagangan AS yang menyebutkan tingkat belanja konstruksi turun 0,9%, serta data consumer sentiment index untuk bulan Juni yang turun menjadi 49,3 dari bulan sebelumnya yang berada pada level 54,9.
Pagi ini bursa regional dibuka mixed. Nikkei Jepang yang sempat menguat akibat sentimen positif bursa AS pagi ini sehingga memberikan angin segar untuk saham-saham terutama yang berbeasis ekspor bergerak menguat. Namun terlihat terakhir indeks mulai bergerak melemah kembali yakni minus 0,07% karena pelaku pasar masih melihat adanya berita buruk di AS yang berpotensi menekan perekonomian kembali sehingga mereka tidak mau terburu-buru melakukan pembelian.
Indeks Shanghai China naik 1,16%, Hang Seng Hong Kong naik 1,86%, KLCI Malaysia naik 0,39%, Strait Times Singapura naik 0,27% dan Kospi Korsel naik 0,25%. Indeks MSCI Asia Pasific menguat 0,5% ke posisi 103,65 pada pukul 9:21 di Tokyo karena harga komoditas naik dan dipicu spekulasi sejumlah upaya stimulus membantu mengangkat permintaan konsumen.
Rupiah pagi ini menguat 45 poin menjadi Rp10.135 per dolar AS dipicu rendahnya inflasi tahunan Juni sehingga berpeluang akan turunnya BI Rate. Harga minyak mentah pagi ini naik 0,25% menjadi US$69,48 per barel untuk kontrak Agustus di New York Mercantile.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »